BPKP menyimpulkan bahwa luaran atau output dari program tersebut sama sekali tidak realistis karena program yang diklaim menjangkau masyarakat justru lebih menonjolkan pertemuan internal.
Asep Toha menegaskan bahwa evaluasi dari BPKP ini harus menjadi pengingat penting bagi jajaran pemerintahan daerah. Keberhasilan sektor kesehatan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan atau tingginya tingkat penyerapan anggaran semata.
Hal yang jauh lebih krusial adalah memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan komitmen anggaran mencapai Rp 1,29 triliun, masyarakat Cianjur berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat sasaran, bukan sekadar laporan formalitas pertemuan dan dokumen di atas kertas.
Pelayanan konkret dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama yang dirasakan langsung oleh rakyat.
Artikel Terkait
Asah Kompetensi Tingkat Regional, Pelajar SMP Indonesia Bersiap Hadapi Tantangan ASEAN Olympiad Championship 2026 di Malaysia
Mutiara Pagi: Doa yang Tak Pernah Usai (Bagian 2232)
Ketua PBNU Masa Depan: Menjaga Akar Rumput, Merajut Jejaring Dunia
Rapor TKA 2026 Cianjur: Nilai Bahasa Indonesia SMP Sempurna, Numerasi Matematika Masih Anjlok
Mengukur Capaian Belajar Puluhan Ribu Siswa SMP Cianjur Lewat Asesmen Akhir Tahun
Tayang di TVRI, Kisah Romantis Senja dan Raka dalam Film Pendek Langit Biru
Lima Tahun Jabar Bergerak Zillenial, Atalia Praratya Apresiasi Konsistensi Gerakan Anak Muda
Menengok Curug Cipanangkeus, Potensi Wisata Tersembunyi di Lokasi KKN Unsil Tasikmalaya
Dekatkan Akses Pendidikan, SDN Pasir Keuleuwih Gandeng SMP IT Nahdlatul Fata
Memadukan Pendidikan Umum dan Pesantren, SMP IT Nahdlatul Fata Darusyifa Cetak Generasi Unggul di Cianjur