kita lahir dengan tangis
namun disambut senyum manis
demi sebuah kehidupan baru
doa terucap dari bibir ibu
senyum yang tak kunjung selesai
doa yang tak pernah usai
detak jantung ibu yang pertama kita dengar
irama yang kelak kita rindukan tanpa sadar
dengan kasih sayang tanpa henti
kita belajar makna hidup ini
bukan sekadar kata dan bahasa
tapi cinta hadir dalam rasa
langkah pertama yang tertatih
diiringi doa yang lirih
meski kita sering terjatuh
ibu percaya bahwa kita akan tumbuh
waktu berjalan tanpa jeda
kita tumbuh menjadi dewasa
namun doa yang ibu panjatkan
mengiringi di setiap langkah kehidupan
akhirnya kita mulai mengerti
betapa besar kasih yang ibu beri
kita pun kembali mencari
jejak doa ibu di dalam diri
Malang, 6 Juni 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Ikhtiar (Bagian 2230)
Korupsi Merajalela di Tengah Program Makan Bergizi Gratis
Mutiara Pagi: Dalam Genggaman Takdir (Bagian 2231)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Menemukan Bahagia dalam Kesederhanaan (Bagian 42)
Menghancurkan Benalu Korupsi
Merajut Keadilan, Mengikis Kolusi
Meruntuhkan Tembok Nepotisme
Olahraga Catur, Gapleh, Nasi Liwet, Therafis Manula
'Moment of The Truth' Jadi Tema Pelepasan Siswa Kelas XII SMK Pariwisata PHT Cianjur
Asah Kompetensi Tingkat Regional, Pelajar SMP Indonesia Bersiap Hadapi Tantangan ASEAN Olympiad Championship 2026 di Malaysia