Wajah Baru YPI Al-I’anah Cianjur Targetkan Pengentasan Anak Tidak Sekolah

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Selasa, 7 April 2026 | 13:10 WIB
Wajah baru YPI Al-I’anah Cianjur. (FOTO: Ist)
Wajah baru YPI Al-I’anah Cianjur. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-I’anah Kabupaten Cianjur resmi memulai babak baru kepemimpinan untuk masa bakti 2026–2030.

Prosesi pengukuhan jajaran pengurus serta pengawas tersebut dilaksanakan bertepatan dengan momen Liqo-Usyawwal 1447 Hijriah yang digelar di Gedung Pancaniti pada Selasa, 7 April 2026.

Perhelatan yang berlangsung dengan suasana penuh kekhidmatan ini tidak hanya sekadar seremoni formal, namun juga menjadi ruang bagi para praktisi pendidikan untuk mempererat tali silaturahmi.

Rangkaian acara telah dipersiapkan sejak pagi hari, diawali dengan penyambutan para tamu undangan hingga pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Semangat nasionalisme dan identitas lembaga turut bergemuruh saat lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Al-I’anah dikumandangkan di hadapan para tokoh pendidikan, dewan pembina, dan perwakilan dari pemerintah daerah yang hadir memberikan dukungan.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Deden Musa menjelaskan bahwa pertemuan besar ini dirancang sebagai titik tolak untuk memperkuat sinergi antarpihak.

Ia berharap melalui momentum pelantikan ini, kerja sama dalam memajukan kualitas pendidikan di wilayah Cianjur dapat terjalin lebih solid dan berkelanjutan.

Tahapan pelantikan berlangsung sakral saat pembacaan Surat Keputusan dilakukan, diikuti dengan pengambilan sumpah jabatan oleh seluruh pengurus baru.

Penandatanganan berita acara dan penyerahan pataka dari dewan pembina kepada jajaran pengurus menjadi simbol estafet kepemimpinan dan dimulainya tanggung jawab besar dalam mengelola roda organisasi selama empat tahun ke depan.

Ketua Pengurus YPI Al-I’anah yang baru dilantik, H. Muhammad Toha, menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian lebih pada isu-isu krusial di dunia pendidikan.

"Salah satu tantangan utama yang menjadi fokus saat ini adalah menekan angka anak tidak sekolah yang masih ditemukan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Cianjur," ujarnya.

Menurut Muhammad Toha, keterlibatan masyarakat melalui yayasan merupakan mandat undang-undang yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah.

Dia menegaskan bahwa pihak yayasan siap berkolaborasi dengan berbagai elemen untuk melakukan pemetaan serta mencari solusi konkret bagi daerah-daerah yang akses pendidikannya masih perlu ditingkatkan.

Pendidikan disebutnya sebagai modal investasi jangka panjang yang paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X