(Renungan Batin Yazid al-Bustomy)
Sembilan tiada sepuluhnya
adalah cermin bagi manusia
agar menyadari siapa dirinya
di hadapan Sang Pencipta
ada sebuah peringatan keras
Yazid Al-Bustomy menjawab dengan jelas
tentang kisah sembilan anak manusia
kaumTsamud itu namanya
kaum yang maju secara teknologi
namun ajaran tauhid mereka ingkari
sehingga peradaban yang ada
tidak bermanfaat bagi mereka
meski kuat secara fisik
tapi runtuh karena moral tidak baik
sehingga kehilangan arah spiritual
peradaban hancur karena rusaknya moral
bukan dilakukan orang-orang biasa
melainkan anak bangsawan yang berkuasa
mereka berbuat kerusakan
sehingga lupa untuk berbuat kebaikan
sebagai anak bangsa
di manakah kita berada
kelompok orang yang menjaga
ataukah merusak negara yang ada
merayap tanpa suara
mengikuti bisik hati nurani
ataukah bertindak semaunya
sesuai ajakan nafsunya sendiri
Malang, 7 April 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Gerakan Pemuda Ansor dan MWC NU Karangtengah Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Zaman
Perkuat Tata Kelola Zakat, LAZISNU Cianjur Gelar Bimtek di Sukanagara
Hening Bangkit Paskah
Mutiara Pagi: Tujuh Tiada Delapannya (Bagian 2170)
Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda
Mutiara Pagi: Delapan Tiada Sembilannya (Bagian 2171)
Nyala Yogya
AS dan Israel Dibangun dengan Sejarah yang Sama
Kerjasama Media Online dengan Hotel
Siasat Jitu Media Online Bangun Kerjasama Barter Staycation dengan Hotel di Kawasan Puncak