Journalnusantara.com, Cianjur – Puluhan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum memadati Aula Kampus STAI Al-Azhary Cianjur dalam seminar bertajuk "Speak to Lead: Membangun Kepemimpinan melalui Public Speaking", yang digelar pada Minggu (4/5/2025).
Acara ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Khusus Protokol Pramuka STAI Al-Azhary Cianjur sebagai upaya mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum sebagai fondasi kepemimpinan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Pembina Pramuka STAI Al-Azhary Cianjur, Ujang Saepudin. Ia menegaskan pentingnya public speaking bagi generasi muda.
“Kemampuan public speaking bukan hanya untuk pidato, tetapi juga untuk membentuk karakter pemimpin yang berani mengambil langkah,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Protokol Pramuka Racana Abdullah Bin Nuh dan Laksminingrat, Nessa Sri Neda, serta Ketua Pelaksana, Alifia Nurhafsah
Sebagai narasumber utama, Ananda Alvionita Alamsyah Demis protokol dan anggota Master of Ceremony, membagikan berbagai kiat mengasah public speaking dengan pendekatan kepemimpinan.
“Komunikasi adalah senjata utama pemimpin. Jika tidak dikuasai, visi sehebat apa pun akan sulit diwujudkan,” jelasnya di hadapan peserta yang datang dari berbagai wilayah, termasuk dari Cijati, Cianjur Selatan.
Dalam pemaparannya, Kak Ananda membedakan antara komunikasi dua arah dalam kehidupan sehari-hari dan public speaking sebagai komunikasi satu arah yang bertujuan untuk memengaruhi dan mengedukasi audiens.
“Public speaking harus terstruktur, karena di situlah pengaruh seorang pemimpin diuji,” tambahnya.
Sesi interaktif bertajuk "Take Action Public Speaking" menjadi puncak acara. Tiga peserta dari latar belakang berbeda, guru SMK Cibeber, siswa dari Mande, dan mahasiswa STAI Al-Azhary Cianjur mempraktikkan teknik yang telah dipelajari, seperti modulasi suara, kontak mata, dan gestur tubuh.
“Latihan ini membuktikan bahwa public speaking bisa dipelajari, asal ada kemauan,” ujar salah satu peserta.
Pesan inspiratif sebagai pamungkas penutup disampaikan Desemioner Sekretaris Jendral Protokol itupun menjadi motivasi bagi peserta.
“Jangan pernah takut salah. Pemimpin sejati adalah mereka yang berani berbicara, lalu belajar dari setiap prosesnya.”
Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk terus mengasah kemampuan komunikasi, sejalan dengan tagline "Berani Bicara, Siap Memimpin."
Artikel Terkait
Perjuangan Buruh dan Mimpi Kesetaraan yang Tak Kunjung Nyata
Menyoal QRIS : Regulasi Nasional Melanggar Hukum Internasional ?
Gemilang, YPM NU Cianjur Sabet Juara 1 Lomba Ramadhan Ramah Anak Tingkat Jawa Barat
Mutiara Pagi: Realita Kehidupan (Bagian 1829)
BEM PTNU Serukan Reformasi Ketenagakerjaan Berkeadilan di Hari Buruh 2025
Mutiara Pagi: Di Sebuah Galaksi (Bagian 1830)
Refleksi Harlah ke-91, PAC GP Ansor Karangtengah Gaungkan Ketahanan Pangan dan Semangat Kebangsaan
Uniknya Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sambilawang, Sukoharjo
Menyoal Wahyu - Ramzi di Gading Asri, Uji Kompetensi "Bupati Baru" antara Janji dan Eksekusi !
Mutiara Pagi: Beradu ide (Bagian 1831)