Uniknya Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sambilawang, Sukoharjo

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 4 Mei 2025 | 14:35 WIB


Oleh: Agung Wibawanto

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan peringatan Hardiknas menjadi momentum untuk mengingat kembali filosofi nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam menegakkan fondasi pendidikan di Indonesia, sehingga tumbuh rasa patriotisme dan nasionalisme pada setiap insan pendidikan Indonesia.

Hari Pendidikan Nasional ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) No 316 Tahun 1959 tentang tentang Hari-Hari Nasional Jang Bukan Hari Libur. Pada peraturan ini, Hardiknas ditetapkan bersama Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Hari Angkatan Perang 5 Oktober, Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Hari Pahlawan 10 November, dan Hari Ibu 22 Desember.

Pada umumnya, Hardiknas diperingati oleh anak sekolah, guru hingga pegawai di instansi pendidikan pemerintah di setiap daerah. Namun ada hal yang menarik yang dilakukan oleh warga Sambilawang, Demakan, Sukoharjo. Mereka, khususnya warga RT 4/RW 1, menggelar peringatan Hardiknas pada Sabtu malam (3/5).

Acara tersebut tidak hanya dikhususkan bagi anak-anak sekolah tapi juga diikuti oleh seluruh warga. Menggunakan dekorasi berupa panggung kecil sederhana dilengkapi backdrop berbunyi "Memperingati Hari Pendidikan Nasional"--"Ing ngarsa sung tulada. Ing madya mangun karsa. Tutwuri handayani".

Tampak pula gambar tokoh Ki Hajar Dewantara di dalam backdrop. Namun keunikan yang nyata baru terlihat saat warga dan tamu undangan berdatangan. Pada kebanyakan, warga, terutama bapak-bapak mengenakan busana berkonsep jadul. Pemandangan ini tentu menarik perhatian warga lainnya hingga mengundang keriuhan.

Kostum jadul 70-80 an bisa ditandai dari lengan baju yang dilipat, atau juga kadang kerah baju terangkat serta 2 kancing baju atas sengaja dibuka. Tidak cukup di situ, ada pula asessoris berupa topi dan kaca mata hitam juga celana cut bray (lebar bagian bawah) atau yang lainnya mengenakan monkey dress.

Dresscode jadul ini ternyata memang direncanakan, "Ide awalnya hanya untuk mengenang masa-masa kita sekolah dulu, selain juga untuk hiburan biar meriah. Karena sulit mencari seragam sekolah ya akhirnya pakai yang ada saja yang penting jadul," ucap M. Harban selaku Kepala Desa Demakan yang juga turut hadir.

Di atas panggung tampak seperangkat instrumen organ tunggal yang akan menghibur peserta acara dengan lagu-lagu dangdut tapi juga jadul, "Konsepnya sederhana kami ingin menghadirkan hiburan buat warga, kebetulan temanya hardiknas makanya memilih kostum yang agak aneh-aneh ini," ungkap Joko Suyamto sebagai penggagas acara.

Pembawa acara, Supriyanto, mengawali dengan menyampaikan latar belakang hardiknas, "Tanggal 2 Mei dipilih sebagai tanggal Hari Pendidikan Nasional karena merupakan hari lahir Ki Hajar Dewantara, Bapak Perintis Pendidikan Nasional. Pemilihan ini menjadi penghormatan atas jasa luar biasa untuk pendidikan di Indonesia dan kemajuan bangsa," ucap Supri.

Joko Suyamto, dalam sambutannya menambahkan bahwa Ki Hajar Dewantara yang bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (1889), merupakan salah seorang pahlawan Nasional, "Untuk diketahui bahwa pahlawan kita dulu tidak hanya berperang secara fisik menggunakan senjata, tapi juga membangun bangsa melalui pendidikan," jelas Joko yang juga seorang pendidik (guru).

Acara memperingati hardiknas selain diisi hiburan lagu-lagu kenangan juga diselingi dengan kuis yang menarik dan bernilai edukasi (pengetahuan). Bagi warga yang bisa menjawab akan diberi uang tunai 20.000 hingga 50.000 rupiah. Mulai dari Kepala Desa, Bayan (Kadus), RW/RT semuanya turut menyumbangkan lagu.

"Semoga bisa menambah semangat kita menjadikan pendidikan yang lebih berkualitas. Karena pendidikan tidak hanya di sekolah tapi juga di rumah dan di lingkungan masyarakat. Saya selaku pengurus RT bidang pendidikan hanya mengemban amanah. Di sini ada fasilitas tenis meja bagi anak-anak yang hobi olah raga serta sarana pelatihan penulisan," pungkas Joko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X