Journalnusantara.com, Cianjur - Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) yang ke-91, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, menggelar kegiatan refleksi dan doa bersama.
Di mana kegiatan ini bertempat di Pondok Pesantren Nurul Muttaqien, Kampung Ancol, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu (3/5/2025).
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi antar kader GP Ansor, sekaligus momen untuk mengenang sejarah perjuangan organisasi yang telah berdiri sejak 1934.
Hadir dalam kegiatan tersebut dua mantan Ketua PAC GP Ansor Karangtengah, yakni Sahabat Moch. Giyas (periode 2020–2022) dan Sahabat Khatibul Umam (periode 2022–2024).
Ketua PAC GP Ansor Karangtengah saat ini, Ridwansah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai wadah refleksi, sekaligus ruang menyusun langkah strategis dalam menghadapi tantangan zaman.
Salah satu aksi konkret yang dilakukan adalah pembagian 100 bibit cabai kepada masyarakat Kampung Ancol sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan.
“Kami ingin GP Ansor menjadi organisasi yang adaptif dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Ketahanan pangan menjadi isu penting, dan ini langkah kecil namun bermakna,” ujar Ridwansah.
Sementara itu, Moch. Giyas menyampaikan harapannya agar kegiatan refleksi harlah seperti ini dapat diagendakan secara rutin untuk menjaga semangat juang para kader.
Lebih lanjut ia juga mendorong pengurus baru agar mampu memaksimalkan potensi kader serta memperkuat komitmen menjaga ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Senada dengan itu, Khatibul Umam menekankan pentingnya peran kader Ansor di era digital dan disrupsi teknologi.
“Kader Ansor harus hadir sebagai agen perubahan yang berpijak pada nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin,” tegasnya.
Hal senada dengan Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Karangtengah, KH Endin Muhyidin, turut mengapresiasi kegiatan ini.
Dirinya menilai, kegiatan refleksi harlah menjadi bukti nyata komitmen GP Ansor dalam merawat ideologi kebangsaan dan mengembangkan kapasitas intelektual kader.
“Ansor Karangtengah harus menjadi garda terdepan Nahdlatul Ulama dalam menjaga nilai-nilai Islam dan keindonesiaan,” pungkas KH Endin.
Artikel Terkait
Nasib Reformasi dan Jeratan Korupsi Yudisial
Rayon Tarbiyah PMII STAI Al-Azhary Gelar Sekolah Jurnalistik: Cetak Kader Melek Literasi dan Media
Hari Pendidikan Nasional: Antara Idealisme dan Komersialisasi
Semakin Kacau Dunia, Indonesia Siap?
Perjuangan Buruh dan Mimpi Kesetaraan yang Tak Kunjung Nyata
Menyoal QRIS : Regulasi Nasional Melanggar Hukum Internasional ?
Gemilang, YPM NU Cianjur Sabet Juara 1 Lomba Ramadhan Ramah Anak Tingkat Jawa Barat
Mutiara Pagi: Realita Kehidupan (Bagian 1829)
BEM PTNU Serukan Reformasi Ketenagakerjaan Berkeadilan di Hari Buruh 2025
Mutiara Pagi: Di Sebuah Galaksi (Bagian 1830)