Di dunia ini, hanya orang tua kita
Yang benar-benar bahagia
Melihat kita hidup baik
Dan berharap selalu lebih baik
Sedangkan orang lain
Masih dalam kategori mungkin
Ketika melihat orang lain sukses
Dalam hatinya kadang masih protes
Hati manusia sangat rumit
Benar-benar sangat sulit
Muncul perasaan iri dan dengki
Melihat kesuksesan kanan dan kiri
Padahal iri hati seperti api kecil
Diam-diam menghanguskan jiwa
Sehingga seseorang sulit berhasil
Ketika iri hati selalu membara
Hidup memberi jalan masing-masing
Buat apa mengurusi yang tak penting
Sebab ketenangan sejati ada dalam dada
Bukan sorak atau tepuk tangan mereka
Ketika seseorang tak punya apa-apa
Tidak ada yang mau peduli
Tapi saat dia sudah kaya raya
Meski tinggal di gunung, akan didatangi
Malang, 3 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Tingkatkan Daya Saing Melalui Olimpiade Matematika, Strategi Baru untuk Guru dan Siswa SMA
Nama Pejuang Eyang Kyai Hasan Maulani, Abadi Sepanjang 13 Km di Lingkar Timur Kuningan
Mutiara Pagi: Pinta Guru di Pelosok Negeri (Bagian 1828)
Nasib Reformasi dan Jeratan Korupsi Yudisial
Rayon Tarbiyah PMII STAI Al-Azhary Gelar Sekolah Jurnalistik: Cetak Kader Melek Literasi dan Media
Hari Pendidikan Nasional: Antara Idealisme dan Komersialisasi
Semakin Kacau Dunia, Indonesia Siap?
Perjuangan Buruh dan Mimpi Kesetaraan yang Tak Kunjung Nyata
Menyoal QRIS : Regulasi Nasional Melanggar Hukum Internasional ?
Gemilang, YPM NU Cianjur Sabet Juara 1 Lomba Ramadhan Ramah Anak Tingkat Jawa Barat