Selamat Hari Pendidikan Nasional, Kawan
Mereka tidak minta rumah dinas
Cukup murid bisa belajar di kelas
Saat hujan turun murid tenang
Bukan menjadi pelajaran berenang
Mereka tidak iri kepada pejabat
Datang berkunjung dengan mobil mengkilat
Setelah foto bersama lalu pulang
Meninggalkan janji yang tak kunjung datang
Mereka tidak menuntut tunjangan tinggi
Cukup gaji tak telat dibagi
Sebab anak dan istri telah menunggu
Meski menu seadanya di atas tungku
Mereka tak minta dipuji
Atau disanjung setiap hari
Cukup tunjangan segera dibayarkan
Bukan hanya pidato dan narasi murahan
Mereka tak kuasa berkata lantang
Tapi setiap hari tak gentar untuk berjuang
Bukan pidato panjang lebar
Hanya meminta mereka untuk bersabar
Semoga Hari Pendidikan Nasional ini
Bukan hanya bisa diperingati
Pembuat kebijakan bisa mengerti
Jika peran mereka sangat berarti
Malang, 2 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Kematian Tak Mengenal Usia, Sebuah Pengingat akan Ketidakpastian Hidup
Puteri Indonesia 2025 Resmi Dimulai, Astamara Siap Menginspirasi Generasi Muda
Kebenaran, Menemukan Jalannya Sendiri !
Mutiara Pagi: Manusia Lilliput (Bagian 1824)
Mutiara Pagi: Bahu untuk Bersandar (Bagian 1825)
Warga Hegarmanah Suarakan Reformasi Tata Kelola Desa dalam Dialog Publik
Mutiara Pagi: Penabur dan Pemetik (Bagian 1826)
Mutiara Pagi: Potret Buruh (Bagian 1827)
Tingkatkan Daya Saing Melalui Olimpiade Matematika, Strategi Baru untuk Guru dan Siswa SMA
Nama Pejuang Eyang Kyai Hasan Maulani, Abadi Sepanjang 13 Km di Lingkar Timur Kuningan