Journalnusantara.com, Cianjur – Dalam rangka meningkatkan kapasitas literasi dan kemampuan jurnalistik kader, Rayon Tarbiyah PMII STAI Al-Azhary Cianjur menggelar kegiatan "Sekolah Jurnalistik" di Kampus Pergerakan, Jl. Abdullah Bin Nuh, Pamoyanan, Cianjur, Kamis (1/5/2025).
Kegiatan ini menjadi inisiatif strategis dalam membekali kader agar mampu memahami opini publik, menulis berita dan artikel, serta membedakan fakta dan opini dalam ruang media.
Ketua pelaksana, Ahmad Fauzan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, dan narasumber yang telah hadir. Kami mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.
Sekretaris Umum Rayon, Fauzi Rohmat, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mencetak jurnalis militan dari kalangan kader PMII.
“Kami ingin membumikan literasi di kalangan kader, yang kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Selain itu, para kader juga belajar teknik propaganda dan agitasi melalui media publik,” jelasnya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di dunia jurnalistik, antara lain Deni Abdul Kholik (Wakil Ketua PWI Cianjur), Abdul Aziz Noor Hakim (Wartawan Radar Cianjur), dan Wandi Ruswannur (Jurnalis Times Indonesia), serta narasumber lain yang kompeten di bidangnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kader PMII Rayon Tarbiyah mampu menjadi agen perubahan yang cerdas dalam bermedia dan berkontribusi aktif dalam menciptakan wacana publik yang kritis dan konstruktif.
Artikel Terkait
Kematian Tak Mengenal Usia, Sebuah Pengingat akan Ketidakpastian Hidup
Puteri Indonesia 2025 Resmi Dimulai, Astamara Siap Menginspirasi Generasi Muda
Mutiara Pagi: Bahu untuk Bersandar (Bagian 1825)
Warga Hegarmanah Suarakan Reformasi Tata Kelola Desa dalam Dialog Publik
Mutiara Pagi: Penabur dan Pemetik (Bagian 1826)
Mutiara Pagi: Potret Buruh (Bagian 1827)
Tingkatkan Daya Saing Melalui Olimpiade Matematika, Strategi Baru untuk Guru dan Siswa SMA
Nama Pejuang Eyang Kyai Hasan Maulani, Abadi Sepanjang 13 Km di Lingkar Timur Kuningan
Mutiara Pagi: Pinta Guru di Pelosok Negeri (Bagian 1828)
Nasib Reformasi dan Jeratan Korupsi Yudisial