2. Secara khusus penulis merasa sangat beruntung dan berbahagia karena selama menjadi santri Mama penulis sering diajak beliau menemani pada acara-acara khusus PHBI di luar kota.
Penulis pernah diajak beliau ke Jakarta dalam rangka menghadiri musyawarah ulama se-Indonesia, pernah diajak ke Kadungora Garut, pernah ke Tanggeung, dan masih banyak lagi.
3. Ketika penulis berkeinginan masuk sekolah sambil tetap belajar di pesantren Ciharashas, dan dengan malu-malu menghadap beluau untuk memohon izin.
Penulis masih ingat dan tidak akan pernah lupa nasehat beliau. Dengan bahasa Sunda beliau mengatakan, Alus we hayang sakola mah, ngan Mama mah omat we Ulah niat sakola bari masantren tapi Masantren bari sakola (Bagus kalau kamu mau sekolah, hanya Mama berpesan, jangan berniat Sekolah sambil mesantren tapi Mesantren sambil sekolah). Maksudnya jelas, ngaji di pesantren harus lebih diutamakan.
Itulah catatan pinggir dari acara Haul Akbar Mama KH. Ahmad Syuja'i yang wafat 40 tahun yang lalu dan maqbarahnya di Ma'la Makkah Almukarramah.
اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه له الفاتحة.....
Artikel Terkait
Yuk Ikuti Lomba Fotografi, Berhadiah Jutaan Rupiah
Orang yang Paling Mulia di Sisi Allah
Bacalon Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Hadiri Sidang Promosi Doktor Kang Saan Mustofa di Unpad Bandung
Kota Bekasi dengan View Gunung Gede Pangrango
Kiprah Mama Ajengan KH Muhammad Syuja'i, Ulama Kharismatik Asal Cianjur
Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Cimahi 2024 Telah Dibuka, Yuk Ikutan!
Pelarian Pangeran Senopati dari Jayakarta
425 Siswa Asal Papua Ikuti Pendidikan Bintara Polri Gelombang II Tahun 2024
Soroti Aset Sekda, Jaringan Intelektual Muda Akan Gelar Aksi Demontrasi di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Cianjur
Bacalon Bupati Cianjur dr. M Wahyu Hadiri Pernikahan Rifki dan Santi, Ungkap Rahasia Keluarga Bahagia