Kita juga bisa melakukan latihan dan memberikan pemahaman kepada anak secara sederhana dalam menghadapi reruntuhan yang terjadi karena gempa seperti, merunduk, melindungi kepala, berpegangan atau bersembunyi di bawah meja.
Baca Juga: Bantuan untuk Korban Gempa: Wujud Keberhasilan Membangun Ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathaniyah
2. Saat bencana gempa bumi, saat guncangan mulai terasa segera selamatkan diri anda dengan berlindung di bawah meja, jauhi jendela kaca dan benda-benda yang sekiranya mudah jatuh.
Jika sedang memasak segera matikan kompor serta alat-alat lain yang mungkin memicu terjadinya kebakaran saat sedang gempa. Saat sedang berlari keluar rumah, pastikan kepala Anda terlindungi entah itu menggunakan bantal, helm atau tangan. Perhatikan juga kemungkinan pecahan kaca, genteng atau material lainnya.
Berlari lah ke tempat yang luas seperti lapangan terbuka. Hindari bawah pohon, tiang listrik atau sumber listrik lainnya serta gedung atau dinding yang mungkin roboh.
Jika sedang berada di gedung bertingkat hindari penggunaan lift, gunakan tangga darurat. Namun bila saat terjadi gempa kita berada di lift, tekan semua tombol atau gunakan interphone untuk panggilan darurat kepada pengelola bangunan atau aparat yang berwajib.
Kenali sudut bangunan tempat anda tinggal atau bekerja yang memiliki struktur kuat dan jika di dalam gedung tersebut memiliki petugas keamanan, maka ikuti instruksinya.
Jika anda sedang dalam perjalanan dan berada didalam mobil, pinggirkan mobil anda di kiri/kanan bahu jalan yang sekiranya aman, hindari persimpangan jalan, bawah atau atas jembatan serta pepohonan dan tetap didalam mobil.
Ikuti instruksi petugas yang berwenang dengan tidak lupa memperhatikan lingkungan sekitar atau melalui alat komunikasi atau radio. Jika gempa bumi ini berpotensi tsunami segera lakukan evakuasi menju ke tempat yang lebih tinggi.
Baca Juga: Warga Cikiwul Bantar Gebang Kota Bekasi, Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur
3. Pasca bencana gempa bumi, walaupun gempa sudah usai, tetap waspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan. Beri pengertian tentang apa yang sedang terjadi dan juga rasa aman kepada anak entah itu menggunakan verbal maupun non-verbal, bisa berupa kata-kata atau pelukan.
Karena seringkali anak masih mengingat kejadiannya. Perhatikan bangunan maupun benda-benda yang bisa membahayakan saat proses evakuasi. Carilah tempat berlindung yang jauh dari gedung-gedung, instalasi listrik dan air.
Apabila di luar ruangan dengan kondisi tebing di sekeliling, maka hindari daerah rawan longsor. Hubungi pihak berwajib untuk meminta pertolongan, bersabarlah selagi menunggu bantuan datang dan jika ada yang terluka, bisa diberikan pertolongan pertama kepada kita korban agar setidaknya mengurangi pendarahan yang terjadi.
Baca Juga: ENHYPEN Akan Menggelar Konser di Jakarta Maret 2023, Siap-Siap!
Artikel Terkait
MAMA Awards 2022 Day 1, Daftar Pemenang dalam Lima Kategori
ENHYPEN Akan Menggelar Konser di Jakarta Maret 2023, Siap-Siap!
Bantuan untuk Korban Gempa: Wujud Keberhasilan Membangun Ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathaniyah
Nia Rohania Bersama Gabungan NGO, Buka Posko Peduli Korban Gempa Cianjur
DPC Partai Gerindra Kota Surabaya Bantu Warga Korban Gempa Cianjur
Indonesia Harus Contoh Jepang Dalam Menangani Bencana Alam
Dianggap Mahluk Paling Bodoh di Muka Bumi Yang Hadiri Acara Reuni Akbar PA 212 di TMII
Jess No Limit dan Sisca Kohl Akhirnya Membagikan Momen Pernikahan
Putri Leonor, Pewaris Takhta Kerajaan Spanyol yang Diketahui Mengidolai Gavi
Menetapkan Prioritas Penting, 4 Cara Menyusun Prioritas dalam Hidup