JournalNusantara.com -Bencana alam bisa terjadi di mana saja dan kapan saja entah itu di darat ataupun laut. Tidak pernah ada yang tahu atau bisa menebak kapan bencana alam akan terjadi.
Indonesia termasuk negara yang rawan bencana seperti gempa bumi dan juga tsunami itu karena Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi yang masih aktif baik didarat maupun laut.
Baca Juga: Indonesia Harus Contoh Jepang Dalam Menangani Bencana Alam
Besarnya kemungkinan terjadi bencana ini menyebabkan peluang banyaknya korban jiwa yang mungkin saja berjatuhan, khususnya anak-anak menjadi meningkat. Hal ini terjadi karena anak-anak masih sangat rentan dan minim pengetahuan tentang mitigasi bencana.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini?? Yakni, dengan memberikan pendidikan mitigasi bencana kepada anak sejak dini. Bisa dengan memasukan pendidikan mitigasi Bencana di kurikulum sekolah.
Dari tadi terus menerus muncul kata mitigasi bencana. Mitigasi bencana sendiri itu apa sih?
Baca Juga: Menetapkan Prioritas Penting, 4 Cara Menyusun Prioritas dalam Hidup
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya guna mengurangi risiko bencana entah itu melalui pembangunan fisik maupun kesadaran dan peningkatan kemampuan dalam menghadapi bencana.
Tujuan dari pendidikan ini pun guna membekali anak dengan pengetahuan dan kemampuan dalam menyikapi bencana alam dan pasca bencana alam serta meningkatkan partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam pendidikan mitigasi bencana ini di zona bencana dan tanggap darurat.
Pelaksanaan pendidikan bencana ini hendaknya berlandaskan pada prinsip-prinsip berikut seperti, terintegrasi dengan pembelajaran, memanfaatkan lingkungan dan potensi sumber daya alam sekitar serta berbasis pada kemitraan.
Baca Juga: Dianggap Mahluk Paling Bodoh di Muka Bumi Yang Hadiri Acara Reuni Akbar PA 212 di TMII
Karena baru-baru ini telah terjadi gempa di Cianjur, Jawa Barat. Mari kita bahas tentang pendidikan bencana gempa bumi, baik itu sebelum-sedang dan sesudah terjadinya gempa bumi.
1. Pra bencana gempa bumi atau sebelum terjadinya gempa bumiPastikan saat sedang membangun atau membeli rumah jangan lupa untuk memperhatikan apakah daerah tempat kita tinggal merupakan daerah rawan gempa atau bukan lalu perhatikan aturan yang pastinya sudah ditetapkan pemerintah tentang penggunaan lahan.
Setelah itu pastikan anda membangun/membeli rumah dengan konstruksi bangunan yang kuat dan tahan gempa pastinya. Selain itu kita juga bisa merenovasi bagian rumah yang sekiranya rentan roboh atau retak. Selalu sedia obat p3k atau persediaan obat-obatan dirumah.
Artikel Terkait
MAMA Awards 2022 Day 1, Daftar Pemenang dalam Lima Kategori
ENHYPEN Akan Menggelar Konser di Jakarta Maret 2023, Siap-Siap!
Bantuan untuk Korban Gempa: Wujud Keberhasilan Membangun Ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathaniyah
Nia Rohania Bersama Gabungan NGO, Buka Posko Peduli Korban Gempa Cianjur
DPC Partai Gerindra Kota Surabaya Bantu Warga Korban Gempa Cianjur
Indonesia Harus Contoh Jepang Dalam Menangani Bencana Alam
Dianggap Mahluk Paling Bodoh di Muka Bumi Yang Hadiri Acara Reuni Akbar PA 212 di TMII
Jess No Limit dan Sisca Kohl Akhirnya Membagikan Momen Pernikahan
Putri Leonor, Pewaris Takhta Kerajaan Spanyol yang Diketahui Mengidolai Gavi
Menetapkan Prioritas Penting, 4 Cara Menyusun Prioritas dalam Hidup