Mitigasi Bencana Alam

photo author
Andre Rusnandar, Journal Nusantara
- Kamis, 1 Desember 2022 | 16:18 WIB
Tips dan Langkah Tanggap Bencana Tsunami Dalam Peringatan Hari Palang Merah Indonesia 2022 (Pixabay : WikiImages)
Tips dan Langkah Tanggap Bencana Tsunami Dalam Peringatan Hari Palang Merah Indonesia 2022 (Pixabay : WikiImages)

JournalNusantara.com -Bencana alam bisa terjadi di mana saja dan kapan saja entah itu di darat ataupun laut. Tidak pernah ada yang tahu atau bisa menebak kapan bencana alam akan terjadi.

Indonesia termasuk negara yang rawan bencana seperti gempa bumi dan juga tsunami itu karena Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi yang masih aktif baik didarat maupun laut.

Baca Juga: Indonesia Harus Contoh Jepang Dalam Menangani Bencana Alam

Besarnya kemungkinan terjadi bencana ini menyebabkan peluang banyaknya korban jiwa yang mungkin saja berjatuhan, khususnya anak-anak menjadi meningkat. Hal ini terjadi karena anak-anak masih sangat rentan dan minim pengetahuan tentang mitigasi bencana.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini?? Yakni, dengan memberikan pendidikan mitigasi bencana kepada anak sejak dini. Bisa dengan memasukan pendidikan mitigasi Bencana di kurikulum sekolah.

Dari tadi terus menerus muncul kata mitigasi bencana. Mitigasi bencana sendiri itu apa sih?

Baca Juga: Menetapkan Prioritas Penting, 4 Cara Menyusun Prioritas dalam Hidup

Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya guna mengurangi risiko bencana entah itu melalui pembangunan fisik maupun kesadaran dan peningkatan kemampuan dalam menghadapi bencana.

Tujuan dari pendidikan ini pun guna membekali anak dengan pengetahuan dan kemampuan dalam menyikapi bencana alam dan pasca bencana alam serta meningkatkan partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam pendidikan mitigasi bencana ini di zona bencana dan tanggap darurat.

Pelaksanaan pendidikan bencana ini hendaknya berlandaskan pada prinsip-prinsip berikut seperti, terintegrasi dengan pembelajaran, memanfaatkan lingkungan dan potensi sumber daya alam sekitar serta berbasis pada kemitraan.

Baca Juga: Dianggap Mahluk Paling Bodoh di Muka Bumi Yang Hadiri Acara Reuni Akbar PA 212 di TMII

Karena baru-baru ini telah terjadi gempa di Cianjur, Jawa Barat. Mari kita bahas tentang pendidikan bencana gempa bumi, baik itu sebelum-sedang dan sesudah terjadinya gempa bumi.

1. Pra bencana gempa bumi atau sebelum terjadinya gempa bumiPastikan saat sedang membangun atau membeli rumah jangan lupa untuk memperhatikan apakah daerah tempat kita tinggal merupakan daerah rawan gempa atau bukan lalu perhatikan aturan yang pastinya sudah ditetapkan pemerintah tentang penggunaan lahan.

Setelah itu pastikan anda membangun/membeli rumah dengan konstruksi bangunan yang kuat dan tahan gempa pastinya. Selain itu kita juga bisa merenovasi bagian rumah yang sekiranya rentan roboh atau retak. Selalu sedia obat p3k atau persediaan obat-obatan dirumah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andre Rusnandar

Sumber: kemendikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X