Bantuan untuk Korban Gempa: Wujud Keberhasilan Membangun Ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathaniyah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 30 November 2022 | 20:38 WIB
Nanang Gojali
Nanang Gojali

Oleh : Nanang Gojali

Gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo dengan episentrum di wilayah kecamatan Cugenang, benar-benar telah meluluhlantakkan hampir seluruh ekosistem. Rumah yang mengalami kerusakan berat sebanyak 22.000-an unit lebih, kerusakan sedang 11.000-an unit lebih dan kerusakan ringan 22.000-an unit lebih.

Korban meninggal sebanyak 321 jiwa, yang luka berat dan luka ringan sebanyak 2000-an orang lebih. Yang mengungsi sebanyak 62.000-an orang lebih. Belum terhitung jumlah fasilitas umum, rumah ibadah, majlis taklim, pondok pesantren dan masradah, yang hampir semuanya mengalami kerusakan parah.

Baca Juga: Pro Kontra Penutupan Galian C di Desa Mulyasari Kecamatan Cilaku, Warga Pun Terbelah

Beberapa jam setelah kejadian, bupati Cianjur mengumumkan sejak tanggal 21 November sampai tanggal 22 Desember 2022 sebagai masa tanggap darurat bencana gempa bumi. Sejak saat itu, Cianjur kebanjiran bala bantuan kemanusiaan dari berbagai daerah kota kabupaten yang ada di pulau jawa dan Bali.

Setiap hari hingga siang tadi, ribuan kendaraan dengan letter nomor polisi huruf A sampai Z memadati ruas-ruas jalan menuju lokasi dan tempat-tempat penampungan sementara warga yang menjadi korban. Setiap saat, dimana-mana selalu terdengar raungan suara serine dari kendaraan Ambulance yang melaju kecang. Ada yang membawa bantuan, ada juga yang membawa pasien atau jenazah. Dalam hampir sepekan ini, Cianjur serasa menjadi kota angker yang sangat menakutkan.

Baca Juga: Ketika Mahasiswa Berbincang Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Ada sesuatu yang sangat membanggakan sekaligus mengharukan dengan berbondong-bondongnya mobil bantuan kemanusiaan dari berbagai penjuru Indonesia. Tidak harus menunggu lama bagi mereka untuk datang ke Cianjur. Dalam hitungan jam saja, gempa bumi itu sudah mampu menggerakkan rasa kemanusiaan seluruh manusia, seluruh warga bangsa dari berbagai latar belakang yang beranekaragam.

Mereka tidak pernah berpikir apa latar belakang agama, ras, keturunan, dan lain-lain ketika mereka bergegas berangkat ke Cianjur. Mereka semua berangkat ke Cianjur dengan membawa motto yang sama PEDULI CIANJUR. Tujuan mereka juga sama, ingin membantu warga masyarakat yang menjadi korban terdampak dengan alasan yang juga sama karena para korban adalah saudara mereka, sebangsa dan setanah air.

Yang datang dengan tujuan memberikan bantuan kepada para korban, faktanya tidak hanya berasal dari satu agama saja. Orang-orang non muslim juga banyak yang turut ambil bagian di dalamnya. Kita percaya bahwa tolong menolong, bantu-membantu, dan nilai-nilai kemanusiaan tidak hanya diajarkan dalam Islam. Semua agama mengajarkannya. Karena itu, adalah sangat wajar jika mereka non muslim pun berlomba-lomba dalam pemberian bantuan dan turut ambil bagian dalam upaya penanganan gempa bumi ini.

Baca Juga: KITA Bersama KPAID Kabupaten Cianjur Bantu Anak Korban Gempa

Soal mereka membawa misi kristenisasi berkedok pemberian bantuan dan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, itu persoalan lain yang harus dikembalikan kepada trilogi kerukunan umat beragama. Salah satu klausul dari butir trilogi tersebut, tidak boleh menyebarkan dan mempengaruhi orang lain yang sudah beragama untuk pindah agama.

Jika ditemukan fakta di lapangan seperti itu, tinggal dilaporkan saja kepada pihak berwenang. Perusakan tenda oleh siapapun yang didalamnya ditengarai ada kristenisasi terselubung, hemat penulis, juga bukan tindakan yang elok.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X