Ketika Mahasiswa Berbincang Pancasila Sebagai Ideologi Negara

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Rabu, 30 November 2022 | 12:53 WIB
Ketika mahasiswa berdiskusi tentang Pancasila, semuanya menjadi semringah dan berapi-api. (Dok.UGM-ObatNews)
Ketika mahasiswa berdiskusi tentang Pancasila, semuanya menjadi semringah dan berapi-api. (Dok.UGM-ObatNews)

JournalNusantara.com/ SuaraMahasiswa - Pancasila adalah ideologi Negara Indonesia.  Lahirnya Pancasila ditetapkan pada tanggal 1 Juni. Fungsi Pancasila yakni sebagai pedoman dan aturan dalam bertindak untuk menjadi pribadi-pribadi yag lebih baik.

Sebagai sebuah ideologi, Pancasila tidak ada kerancuan sedikitpun di dalamnya. Ideologi Pancasila bisa dikatakan sempurna, karena jika rakyat indonesia meyakini ideologi ini, maka rakyat tidak akan terombang-ambing untuk menghadapi problematika yang ada di muka bumi ini, khususnya Indonesia.

Baca Juga: Membumikan Kembali Spirit Bhineka Tunggal Ika Dalam Kehidupan Berbangsa

Di dalam Pancasila berisi segala toleransi, kemanusiaan, dan how to treat manusia kepada manusia yang lainnya. Pancasila sudah mencangkup semua kebutuhan kemanusiaan, apalagi jika diterapkan dalam sehari-hari Pancasila akan terasa manfaatnya untuk seluruh manusia.  Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan dari sila pertama sampai terakhir. Artinya, bahwa Lancasila sebagai dasar negara yang tidak dapat dipisahkan dari kesatuan Indonesia.

Apa yang terjadi jika nilai Pancasila hilang sebagai ideologi negara ini? Hal ini akan menyebabkan kerusakan etika dan moral, apalagi jika pejabat dan rakyat nya tidak mengimplementasikan nilai ini maka kehancuran benar adanya.

Baca Juga: Suara Mahasiswa; Bangga Menjadi Indonesia, Nusantara Kaya !

Fondasi kokoh akan nilai  Pancasila hancur yang terjadi adalah semakin maraknya korupsi, semakin kurang nya bertoleransi, dan manusia di negara ini keluar dan menyimpang dari zona hukum agama dan hukum budaya. Dititik kehancuran ini rakyat yang seharusnya mendapatkan hak-nya namun diambil oleh aparatur-aparatur pemerintah, menyebabkan kelaparan yang merajalela, dan ketidakpercayaan rakyat kepada pemerintah. 

Solusi yang saya sarankan disini adalah pemerintah harus bertindak cepat dalam dunia pendidikan dan edukasi agar generasi penerus bangsa tidak menyimpang akan hukum dan norma yang berada di pancasila. Hanya berdiam diri dan menyaksikan tidak akan membuat rakyat kaya dan makmur. Maka pemerintah harus tegas untuk menghapus segala kejahatan dan penyimpangan yang terjadi di negara ini. 

Baca Juga: Hafidh Kautsar Afdhila : Anak Muda Membincang Pancasila, Harapan dan Tantangan

Selain peran Pemerintah,  peran orangtua juga nomor satu, guna sebagai jembatan membantu dan merubah generasi menjadi lebih baik adalah orangtua yang sehat dan mendidik. Oleh karena itu pancasila perlu sekali untuk diaktualisasi. Karena didalam pancasila mengandung nilai-nilai yang sangat luhur dan baik untuk bangsa indonesia ini. Apabila nilai Pancasila teraktualisasi dengan baik, maka kita akan menjadi bangsa yang damai dan maju.*** (Andini Widya Pangestika/MD 1A/1224030010)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X