Islamic Trauma Healing: Kebutuhan Anak-Anak Korban Gempa Mendesak

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 30 November 2022 | 06:17 WIB
Nanang Gozali
Nanang Gozali

Oleh: Nanang Gozali

Musibah membawa Hikmah. Diksi ini berasal dari ajaran Islam bahwa bagi orang yang berpikir positif (positive thinking), apapun peristiwa yang terjadi akan selalu mengandung kebenaran dan kebaikan (hikmah) untuk menjadi pengajaran dan bekal kehidupan.

Baca Juga: Surat Cinta Untuk Netizen, Buntut Viralnya Cianjur Tak Butuh Bantuan di Media Sosial

Secara normatif dan manusiawi, bencana berupa gempa bumi yang saat ini terjadi di Cianjur, daerah dan tanah air yang kita tercinta, merupakan kejadian yang sama sekali tidak kita inginkan. Dampak yang ditimbulkannya, juga sangat kita takutkan. Meskipun gempa bumi bukan merupakan sebuah kejahatan bumi yang dikutuk manusia, tetapi semua orang sepakat kalau gempa bumi itu merupakan keburukan yang tidak dikehendaki. Andai manusia mampu membatalkan atau menghentikannya, maka gempa bumi dan bencana alam lainnya tidak akan pernah terjadi.

Baca Juga: Gempa Cianjur, Berikut Update dari Tim DVI Polri Soal Identifikasi Korban

Gempa bumi berkekuatan 5,6 Amplitudo sudah terjadi dan masih terjadi gempa susulan. Ribuan rumah hancur, ratusan orang menjadi korban meninggal dan luka-luka. Bala bantuan betdatangan dari berbagai daerah dan provinsi. Derai air mata mengalir dari jutaan mata anak bangsa. Kenapa ini terjadi, kenapa negara sebagai penguasa negeri ini tidak mampu menghentikannya? Bagi bangsa yang berketuhanan yang maha Esa, jawaban singkatnya adalah gempa bumi ini terjadi semata-mata kehendak Allah. Jika sudah kehendak Allah, maka tidak ada siapapun dan pihak manapun yang mampu melawan kekuatan Allah.

Baca Juga: Keluarga Pemain Persib, Beckham Putra Bantu Korban Gempa Bumi Cianjur, Sampaikan Duka Cita Mendalam

Gempa bumi dengan segala dampak yang ditimbulkannya harus kita kembalikan kepada Allah sang pemilik tunggal langit dan bumi seisinya. Disinilah saatnya kita terutama para agamawan Islam (ustadz, ajengan, kiai) membina dan membimbing para korban terutama anak-anak dan remaja untuk tetap istiqomah dalam agama Islam. Bagi siapapun, terlebih bagi anak-anak dan remaja yang kehilangan segalanya, gempa bumi ini akan berdampak psikologis yang sangat dalam. Jika tidak mendapat perhatian yang serius dari semua pihak, akan melahirkan lost generation di masa yang akan datang. Jika tetangga kita sering lebih dahulu bergerak lebih cepat memberikan advokasi trauma healing kepada mereka dengan cara menggembirakan dan membuat mereka bahagia, maka alangkah baiknya jika kita juga mengikuti program mereka dengan memberikan ISLAMIC TRAUMA HEALING. Selain tujuannya untuk membantu menjaga stabilitas temperatur kejiwaan mereka, yang lebih penting lagi untuk menjaga dan membina akidah dan iman mereka. Daripada kita apriori kepada tetangga yang memasuki titik pengungsian dengan program trauma healing, mendingan kita bekerja membuat prigram yang sama dengan tujuan yang berbeda.

Wallahu a'lam.....

Baca Juga: Akibat Pergerakan Tanah, Pipa Air PLTM Bungbulang Garut Jebol

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X