JournalNusantara.com - Terkait adanya laporan penutupan Galian C yang berada di Desa Mulyasari Kecamatan Cilaku, Tim Jurnalis Journalnews mendatangi salah satu tokoh masyarakat yakni Lukman, warga Kp. Loji pada Minggu (20/11) untuk melakukan investigasi lanjutan.
Sebelumnya, sempat muncul pemberitaan dari pihak yang kontra atas keberadaan Galian C di Pasir Suren, Desa Mulyasari sekitar awal Agustus lalu. Berikutnya, kedatangan Tim Journalnews ingin mengkonfirmasi pengaduan tersebut dan menindaklanjutinya dengan pemberitaan baru.
Baca Juga: Waw. Ratu Imam Mahdi Telah Turun di Karawang Jawa Barat
Kedatangan tim, disambut oleh beberapa tokoh masyarakat dan warga masyarakat Pasir Suren yang sudah berkumpul di kediaman Lukman selaku tokoh di Kampung Loji. Lukman membenarkan penutupan galian yang ada di wilayah Mulyasari tepatnya di Pasir Masigit tersebut.
"Penutupan Galian C ini diduga adanya laporan dari salah satu keluarga Kades yang merasa pernah dirugikan oleh saya pada saat penutupuan galian C di tahun 2020 milik suaminya Kades Mulyasari, pun yang menolak dari galian ini ialah keluarga Kades bukan warga masyarakat Mulyasari. Justru warga Mulyasari merasa sangat terbantu dari segi ekonominya menambah pemasukan untuk keluarganya" tegas Lukman.
Baca Juga: Viral...Diduga karena Pungli dan Tindakan Intoleran, Relawan Gempa Cianjur Mundur
Tanggapan senada dibenarkan juga oleh tokoh masyarakat lainnya, Ust. Cecep.
"Adanya galian C di pasir masigit sangat membantu sekali warga loji dan pasir suren, dengan ditutupnya galian ini warga sulit untuk bekerja dan berpenghasilan setiap hari untuk keluarganya di rumah," Ucapnya.
Penutupan galian pasir dikeluhkan warga masyarakat khususnya yang bekerja setiap hari, yang hanya mengandalkan penghasilan dari galian. Dengan ditutupnya galian menutup pula pekerjaan mereka dan akhirnya mereka tidak bisa bekerja untuk menafkahi keluarganya di rumah.
Baca Juga: Celoteh Mahasiswa; Memaknai Kembali Pita Putih Garuda Pancasila
Selain dari tokoh dan masyarakat, Ketua Rt Pasir Suren dan Loji pun menyayangkan dengan penutupan galian ini. Banyak sekali warganya yang tidak bisa bekerja, hilang mata pencahariannya dan membuat sulit warganya untuk berpenghasilan yang hanya mengandalkan dari galian tersebut.
"Warga saya banyak yang bekerja digalian, seperti tukang batu, mengguar pasir dan yang berjualan di sana pun banyak. Setelah tidak ada galian mereka semua menganggur. Warga saya tidak ada yang menolak dengan adanya galian itu, tidak seperti yang diinformasikan di beberapa media, yang katanya banyak warga yang menolak." Jelas Dadang ketua Rt Pasir Suren.***(RH)
Artikel Terkait
KITA Bersama KPAID Kabupaten Cianjur Bantu Anak Korban Gempa
Pemulihan Pasca Gempa Cianjur, Pemprov Jabar Terus Salurkan Bantuan Logistik
Suara Mahasiswa; Bangga Menjadi Indonesia, Nusantara Kaya !
Warga Cikiwul Bantar Gebang Kota Bekasi, Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur
Membumikan Kembali Spirit Bhineka Tunggal Ika Dalam Kehidupan Berbangsa
Ketika Mahasiswa Berbincang Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Atalia Praratya Ridwan Kamil: Warga Terdampak Gempa Butuh Air Bersih, Air Kolam Tidak Sehat
Celoteh Mahasiswa; Memaknai Kembali Pita Putih Garuda Pancasila
Viral...Diduga karena Pungli dan Tindakan Intoleran, Relawan Gempa Cianjur Mundur
Wow...Ratu Imam Mahdi "Membumi" di Karawang Jawa Barat, Cek Faktanya !