Ketujuh, selain saling mengenal (ta’aruf) hal lain yang perlu dilakukan untuk menjaga Perdamaian adalah manusia harus mampu mengendalikan ego hawa nafsu. Berbagai peperangan dan kerusakan semua disebabkan kegagalan manusia dalam mengontrol keegoan hawa nafsunya. Bahkan dalam beragama sekalipun tidak jarang yang dominan adalah ego dan hawa nafsu. Fenomena yang kemudian menjadikan agama nampak buruk. Seolah semakin beragama justeru semakin bringas dan kehilangan etika.
Kedelapan, saya kembali menekankan sebagai penutup bahwa dunia kita adalah dunia global yang sangat ditandai oleh keterikatan satu sama lain (interconnected atau interdependent). Karenanya di hadapan kita hanya ada dua kemungkinan. Membangun kerjasama dan bersama-sama menyelamatkan dunia ini sebagai rumah bersama. Atau membiarkan mereka yang tidak bertanggng jawab merusaknya dan kita semua hancur bersama. Pilihan ada di tangan kita (the choice is un our hand)!
Semoga dunai damai!
Jamaica City, 29 Mei 2023
Presiden Nusantara Foundation