opini

Dari Seragam ke Hati: Saat Polisi Menjadi Pelindung Warga

Rabu, 1 Juli 2026 | 15:19 WIB
HUT Bhayangkara ke-80 di Cianjur. (FOTO: Info Cianjur)

Oleh: Unang Margana
Ketua DPC IKADIN Cianjur

Polisi yang kuat lahir dari masyarakat yang percaya. Masyarakat yang tenang lahir dari polisi yang melindungi dan mengayomi .

Ada rasa aman yang tidak bisa diukur dengan sirine. Rasa aman saat anak SD berani lapor kehilangan mainan ke Pak Polisi. Saat ibu-ibu pasar minta dikawal pulang malam. Saat siswa SMA berani curhat soal tawuran. Disitulah seragam polisi berhenti jadi jarak, dan mulai jadi jembatan. Dari seragam ke hati.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 13 mengamanatkan Polri untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Tiga kata itu sederhana, tapi isinya adalah kepercayaan seluruh rakyat.

1. Sahabat: Hadir Sebelum Dipanggil

Polisi sahabat itu yang datang saat ada kerja bakti, bukan cuma saat ada razia. Yang mampir ke posyandu, jadi pembina upacara, ingat nama adik-adik di TPA. Di desa-desa Cianjur, Bhabinkamtibmas sudah jadi bagian keluarga. Dia tahu siapa yang jualan, siapa yang lagi susah, siapa anaknya yang rajin sekolah.

Data Polri 2024 mencatat ada 40.522 Bhabinkamtibmas di seluruh Indonesia. Jika 1 Bhabin dipercaya 2.000 warga, berarti ada 80 juta rakyat punya teman di kepolisian.

Ketika warga lebih dulu lapor ke Bhabin daripada ke medsos, itu tanda kepercayaan sudah tumbuh. Dan kepercayaan itu mahal harganya.

2. Melindungi: Menenangkan, Bukan Menakutkan

Melindungi bukan selalu soal kejar-kejaran. Kadang bentuknya sederhana: nyalakan lampu patroli di gang gelap. Dampingi korban KDRT biar berani bicara. Antar anak hilang sampai ketemu orang tuanya.

Kita ingat pasca gempa Cianjur 2022. Polisi jaga dapur umum, kawal bantuan, nenangin warga yang trauma. Seragamnya tegas, tapi caranya manusiawi.

Itu melindungi. Membuat kita yakin: Kalau ada apa-apa, ada yang datang`.

3. Mengayomi: Hukum yang Membumi

Tidak semua masalah harus berakhir di penjara. Ada remaja salah pergaulan, ada sengketa batas tanah, ada hutang-piutang yang bikin ribut kampung. Di sinilah Polri pakai hati.

Halaman:

Tags

Terkini

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB

Obor Hijriah Perangi Korupsi

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:05 WIB

Sekolah Garuda dan Kasta Baru Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:35 WIB

Menguji Keberanian Mengungkap Gurita Korupsi MBG

Selasa, 9 Juni 2026 | 15:57 WIB

Mengetuk Pintu Malam yang Terkunci Dosa

Selasa, 9 Juni 2026 | 06:16 WIB

Estetika sebagai Basis Etika dan Kejayaan Bangsa

Selasa, 9 Juni 2026 | 06:10 WIB

Apa yang Harus Dilakukan Prabowo?

Senin, 8 Juni 2026 | 10:38 WIB

Democracy for Realists: Pelajaran bagi Indonesia

Minggu, 7 Juni 2026 | 07:56 WIB