Tugas sang musafir seorang mursyid sejati bukan memberimu sayap, tapi menyadarkan bahwa engkau sudah memilikinya.
Syaikh Ibn ʿAṭāʾillah berkata:
كَيْفَ يُسَافِرُ إِلَى اللهِ مَنْ هُوَ مُسْتَوْقِفٌ بِغَيْرِهِ؟
“Bagaimana mungkin seseorang bisa berjalan menuju Allah, jika ia masih tertahan oleh selain-Nya?”
Penjara terbesar adalah lupa siapa diri kita: hamba Allah.