Mungkin sudah saatnya kita berhenti memuja kesibukan, dan mulai merayakan keseimbangan. Karena istirahat bukan bentuk kegagalan—ia adalah bentuk keberanian untuk merawat diri.
Artikel ini disusun oleh Clara Espanita, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, sebagai salah satu syarat tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang dibimbing oleh Bapak Mawardi Nurullah, S.Pd., M.Pd.