opini

Menyoal Wahyu - Ramzi di Gading Asri, Uji Kompetensi "Bupati Baru" antara Janji dan Eksekusi !

Minggu, 4 Mei 2025 | 22:42 WIB
Foto : Ridwan Mubarak, Penulis adalah Direktur Cianjur Institute Foundations: Pemerhati Sosial, Akademisi dan Aktivis Penggiat Anti Korupsi. Kini tinggal di Perum Gading Asri dan merupakan warga yang terdampak bencana banjir bandang.

Pun demikian dengan Kunjungan Bupati Cianjur hari ini, Minggu (04/05) dengan rombongannya yang terbilang "ngabring" ke Perum Gading Asri. Diharapkan mampu memberikan solusi terbaik bagi warga, tanpa mengorbankan kepentingan warga lainnya. Apalagi sampai memunculkan permasalahan baru di ruang publik, jangan sampai terjadi. 

Perlu dipahami oleh Bupati dan jajarannya (Dinas terkait), lakukan kajian yang komprehensif atas musibah banjir yang terjadi. Lakukan kajian akademik, kajian sosial, kajian ekonomi sampai kajian politik atas kebijakan yang akan diambil dan dijadikan solusi. 

Banjir satu minggu yang lalu tidak hanya terjadi di wilayah Gading Asri saja. Peristiwa ini merupakan "fenomena alam masal" yang terjadi dibanyak tempat tidak hanya di Desa Bojong Karanbgtengah semata. Tidak cukup alasan hadirnya sekolah dan masjid menjadi biang kerok terjadinya musibah banjir, karena dibeberapa blok yang jauh dari bangunan sekolah dan masjid pun ikut terdampak, bahkan lebih parah lagi kondisinya. 

Akan tetapi, penulis sadar sepenuhnya bahwa bangunan-bangunan tersebut terindikasi melanggar regulasi. Pertimbangan etis, mudah saja solusinya, jikalah dianggap memunculkan madharat bagi kehidupan warga maka robohkan saja, namun jika kadar manfaatnya jauh lebih banyak maka tidak perlu dipugar, yang ada adalah dicarikan solusi tanpa di eksekusi terlebih dahulu. 

Aturan ditegakkan harus, karena memang eloknya logika hukum begitu. Akan tetapi, ada pertimbangan-pertimbangan moral dan hati nurani yang harus lebih dikedepankan, yaitu kemaslahatan kehidupan warga atas hukum yang berlaku. Hal ini selaras dengan pemikiran seorang Marcus Tullius Cicero, seorang filosof dan pakar hukum Romawi Kuno yang menyatakan bahwa "hukum/ aturan yang baik adalah hukum dan aturan yang mampu mensejahterakan rakyatnya". 

Hadirnya Bupati Cianjur dan wakilnya di Perumahan Gading Asri, diharapkan mampu memberikan solusi yang terbaik tanpa merugikan hak-hak sipil warganya. Jika tidak mampu, maka pertaruhan kredibilitas dan kompetensi sebagai "Bupati Baru" akan dipersoalkan, terlebih oleh lawan-lawan politiknya. Lakukan pemetaan kasus secara sempurna: baca, kaji, pahami, diskusi, lahirkan solusi dan wujudkan dalam aksi-aksi nyata yang humanis. Hindari menerima pelaporan warga sepihak yang hanya akan menyesatkan pemikiran dan berdampak buruk terhadap kepentingan saudara Bupati di lima tahun yang akan datang. ***

Penulis adalah Direktur Cianjur Institute Foundations: Pemerhati Sosial, Akademisi dan Aktivis Penggiat Anti Korupsi. Kini tinggal di Perum Gading Asri dan merupakan warga yang terdampak bencana banjir bandang.

 

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB