Berbeda halnya dengan identitas pribumi muslim di Hindia Belanda yang disuarakan Central Sarekat Islam dengan kehendak zelfbestuur-nya atau kehendak berpemerintahan sendiri. Ada ikatan ISLAM yang bersifat global-internasional yang menjadi komitmen nilai perjuangan dan kemerdekaan sebagai sebuah ‘natie’, sebagaimana dijelaskan Tjokroaminoto dalam pidatonya.
Kenyatan ini diakui oleh Dr. Douwes Dekker, yang menyatakan “Dalam banyak hal, Islam merupakan nasionalisme di Indonesia dan jika seandainya tidak ada faktor Islam di sini, sudah lama nasionalisme yang sebenar-benarnya (tulen) hilang lenyap.”***
Artikel Terkait
Pernikahan, Sebuah Perjalanan Hidup
Rangkain Dzikir Harian Imam Al Ghozali
Mengukur Ketergantungan Masyarakat dan Eksistensi Bank Emok di Kabupaten Cianjur
Evaluasi Kinerja Bupati Cianjur, IPM Raport Merah Tak Terbantah !
Masihkah Memiliki Rasa Malu
Mengharap Hanya Kepada Allah!
MA Tolak PK Moeldoko, DPC Partai Demokrat Kab. Cianjur Sebut Ini Kado terindah Ultah Ketum (AHY) Yang ke 45
Pengurus PAMHU Resmi Dilantik, Prof Dindin Solahudin Jabat Ketua
7 Tips Dekati Calon Mertua
Keistimewaan Daun Kelor