Mengukur Ketergantungan Masyarakat dan Eksistensi Bank Emok di Kabupaten Cianjur

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Selasa, 8 Agustus 2023 | 15:40 WIB
H. Bambang Eko Caleg Partai Golkar Cianjur Dapil 4, Penggiat Koperasi dan UMKM beserta istri saat melaksanakan ibadah haji   (Abdul Qodir Majid)
H. Bambang Eko Caleg Partai Golkar Cianjur Dapil 4, Penggiat Koperasi dan UMKM beserta istri saat melaksanakan ibadah haji (Abdul Qodir Majid)

Oleh : H. Bambang EKo

Apabila kita berada disuatu kampung dan menemui orang menggunakan motor, membawa tas, berwajah sebrang maka dipastikan mereka adalah petugas keliling Koperasi Simpan Pinjam atau biasa disebut Bank Emok.

Bank Emok merupakan sebutan bagi usaha keuangan mikro yang meminjamkan uang kepada masyarakat dengan sistem tagihan secara berkelompok (group lender) yang dilakukan setiap mingguan.

Keberadaan Bank Emok di  Kabupaten Cianjur baik wilayah Utara dan Selatan, dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu penopang aktifitas ekonomi. Bank emok memberikan suatu kemudahan proses peminjaman yang dilakukan.

Hal ini yang membuat Bank Emok tetap mempunyai eksistensi di tengah banyaknya sektor finansial baik formal ataupun informal yang ditawarkan di Kabupaten Cianjur. Untuk mengetahui ketegantungan masyarakat terhadap bank emok dan seperti apa kondisi sosial yang dirasakan masyarakat sesudah mengalami ketergantungan pada bank emok, Pemerintah Kabupaten Cianjur harus menerjunkan lembaga survey indefendent guna melakukan kajian, penelitian dan analisa serta kesimpulan yang akurat sesuai fakta dilapangan.

Hasil kesimpulan penelitian nantinya akan digunakan untuk mengetahui tindakan masyarakat dalam upaya untuk menghilangkan ketergantungan masyarakat pada Bank Emok dan langkah kongkrit apa saja yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

Perlu di catat bersama, masyarakat memiliki ketergantungan terhadap Bank Emok disebabkan karena faktor ekonomi dan aspek administrasi serta terjadinya perubahan kondisi sosial, ekonomi yang menurunkan taraf hidup. 

Adanya Bank Emok telah dianggap sebagai suatu alternatif awal yang paling mudah dalam peminjaman. Pemilihan tersebut juga didasarkan banyak masyarakat yang mempraktikan pinjaman pada Bank Emok.

Hal tersebut yang akhirnya menyebabkan pinjaman pada Bank Emok dianggap biasa. Bank Emok saat ini seolah telah menjadi alternatif untuk menopang kebutuhan ekonomi masyarakat.

Tugas berat Pemerintah Daerah dan DPRD adalah bagaimana memperbaiki mentalitas dan karakter masyarakat yang memiliki ketergantungan meminjam uang kepada Bank Emok, selain dari sisi regulasi juga ada tindakan kongrkit seperti pinjaman koperasi tanpa riba, perbanyak bantuan ekonomi kerakyatan dengan menyerap dana Pemerintah, CSR atau pun melibatkan para agniya.***

Dari berbagai sumber.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB

Obor Hijriah Perangi Korupsi

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:05 WIB
X