Bentuk Solidaritas atau Krisis Eksistensi (Respon Terhadap Terjaringnya Siswa yang Hendak Tawuran di Cianjur)

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 22 Juni 2023 | 06:11 WIB
Hasan Munadi, S.Pd., pengurus daerah Forum Taman Bacaan Masyarakat Cianjur
Hasan Munadi, S.Pd., pengurus daerah Forum Taman Bacaan Masyarakat Cianjur

Oleh: Hasan Munadi, S.Pd. (Pengurus Daerah Forum Taman Bacaan Masyarakat Cianjur)

Fenomena tawuran antar pelajar memang sudah menjadi persoalan klasik pada dunia pendidikan formal, akhir akhir ini viral kembali kejadian demikian di wilayah Kabupaten Cianjur.

Namun sebelum terjadinya tawuran pihak kepolisian sudah melakukan langkah preventif dengan menjaring puluhan siswa terkonfirmasi sebagaimana yang diberitakan di instagram Polres Cianjur terdapat 96 pelajar dari berbagai sekolah yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP).

Namun apakah kejadian tersebut serta merta menyalahkan para pelajar tersebut yang terjaring? Ternyata setelah ditelusuri gerakan para peserta didik setingkat SMP diatas buntut daripada apa yang telah terjadi sebelumnya.

Sebagaimana yang diketahui, mengutip yang diberitakan oleh kumparan.com yang juga viral di media sosial bahwa telah terjadi perundungan terhadap enam siswa SMP di Cianjur dengan cara disuruh mencium kaki siswa lainnya hingga melakukan tendangan.

Persoalan ini begitu kompleks dan saling berkaitan dari satu kejadian terhadap kejadian lainnya. Jika ditinjau dari konsep perkembangan anak yang dalam hal ini peserta didik pada jenjang pendidikan formal kita coba baca teori Taksonomi Bloom yang dicetuskan oleh Benjamin Bloom yang merupakan seorang psikolog bidang pendidikan yang meneliti dan mengembangkan mengenai kemampuan berpikir seseorang dalam suatu proses pembelajaran.

Taksonomi Bloom adalah konsep tentang tiga model hierarki yang digunakan untuk mengklasifikasikan perkembangan pendidikan anak secara objektif.

Tiga model aspek tersebut adalah kognitif, afektif dan psikomotorik.

Baca Juga: Pendamping PKH Kecamatan Pekalongan Selatan Sukses Gelar Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja
Penulis akan mencoba membuka pemahaman yang singkat mengenai teori tersebut, Pertama aspek kognitif, sederhananya aspek kognitif merupakan aspek yang berkaitan dengan nalar atau proses berpikir, yaitu kemampuan dan aktivitas otak untuk mengembangkan kemampuan rasional seorang pelajar/anak.

Kedua Aspek afektif, Ranah afeksi ini adalah sesuatu yang berdasarkan segala sesuatu yang berkaitan dengan emosi dan hati seperti penghargaan, nilai, perasaan, semangat, minat, dan sikap terhadap sesuatu hal yang terjadi sebagai bentuk responsifitas, dalam hal ini bentuk solidaritas pun mungkin masuk pada ranah ini karena sudah terjalinnya emosional antar peserta didik sehingga ketika yang satu merasakan sakit maka dirasakan juga oleh yang lainnya.

Ketiga Ranah Psikomotorik, psikomotorik adalah domain yang meliputi perilaku gerakan dan koordinasi jasmani, keterampilan motorik dan kemampuan fisik seseorang pelajar/anak/peserta didik.

Dengan terjadinya fenomena kekerasan yang di alami ataupun melakukan prilaku kriminal apakah anak yang sedang menempuh pendidikan yang disebut dengan peserta didik atau pelajar merupakan bentuk aktualisasi dirinya terhadap apa yang di dapatkan di sekolahnya, ataupun dapat di klasifikasikan prilaku menyimpang?

Hemat penulis segala macam apapun tindakan kekerasan tidak dibenarkan adanya pada lingkungan pendidikan baik dari guru terhadap muridnya maupun sebaliknya bahkan terhadap sesamanya, bukan hanya dilingkungan sekolah, bahkan dilingkungan kehidupan pada umumnya pun prilaku perundungan, pelecehan, dan segala bentuk kekerasan baik verbal maupun non verbal tentunya tidak dibenarkan adanya.

Lalu kenapa terjadi prilaku tersebut? Siapa yang salah? Apakah peserta didik memerlukan ruang untuk mengaktualisasikan potensi dirinya?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X