Kelucuan itu tidak perlu saya ulang di sini: air mata Anda kan sudah habis berderai-derai waktu menonton videonya. Saya sendiri menonton sampai tiga kali.
Bambang itu santai. Sejak dulu pun begitu. Saya tidak pernah merasa diserang ketika, kala itu, begitu banyak anggota Komisi VII yang... yah... begitulah.
Sejak itu saya sudah tahu kenapa Bambang Wuryanto ini dipanggil Bambang Pacul.
Di sekolahnya dulu, di Jawa Tengah, ada lima murid yang bernama Bambang. Di satu kelas. Untuk membedakan mereka, diberilah nama panggilan yang simpel khas desa.
Kebetulan orang tua Bambang punya sawah luas. Pacul-nya (cangkul) banyak sekali. Tiap selesai dipakai, Pacul itu ditaruh berjajar dengan tampilan yang atraktif. Dari situlah muncul nama julukan Bambang Pacul.
"Tidakkah berisiko bikin lelucon politik yang sensitif seperti itu?" tanya saya kepadanya, lewat WA. "Tidak ditegur atau dimarahi ketua umum? Aman?" tanya saya lagi.
"Aman soLeman Pak MenTeri....," jawabnya.
Baca Juga: Resmi, Besaran Biaya Haji 2023 Tiap Embarkasi
Tentu Bambang Pacul akan bisa jadi faktor peregang kalau rapat di Komisi III nanti tegang.
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2023
Nilakanti Siap Datangi Presiden dan Kapolri, Status Tersangka oleh Oknum Penyidik Terkesan Dipaksakan
Pj Gubernur DKI Jakarta Imbau Pemudik Tidak Ajak Kolega Saat Kembali ke Ibu Kota
Ironis, Bongkar Kejahatan di Sekolah Malah Jadi Tersangka oleh Oknum Penyidik Polres Dompu
Ramadan Berbagi, IBG Salurkan Bantuan bagi Anak Panti Asuhan
Pemerintah Resmikan Rusun Murah dan Nyaman, Terintegrasi dengan Transportasi Publik
Resmi, Besaran Biaya Haji 2023 Tiap Embarkasi
Liburan Idul Fitri, Gak Usah Jauh-Jauh ke Bali, Lokasi di Bogor Ini Bisa Jadi Alternatif
Berikut Jadwal Lengkap One Way, Contra Flow dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2023
Program BPJS Untuk Wasit, Erick Thohir: Agar Perlindungan Sosial Terjamin dan Sulit Diintervensi