Oleh: Dahlan Iskan
(STORMY DANIELS ketika meluncurkan bukunya yang bertajuk Full Disclosure di New York City, 8 Oktober 2018.-NICHOLAS HUNT-GETTY IMAGES VIA AFP)
SENANGKAH bintang film porno itu mendengar mantan Presiden Donald Trump jadi tersangka?
Awalnya bintang film porno Stormy Daniels berkeinginan langsung turun ke jalan. Lalu joget-joget di tengahnya. Tapi ketika mendengar Trump benar-benar jadi tersangka dia hanya kaget dan tertegun.
"Sama sekali tidak jadi merasa senang," ujar pengacara Daniels seperti disiarkan luas di media Amerika.
Waktu berita penetapan Trump sebagai tersangka itu, Daniels lagi bersama kuda kesayangannya. Dia tahan untuk tidak mencari tahu lebih lanjut. Daniels terus berkuda selama 2 jam berikutnya. Kini kudanyi lebih perkasa dari mantan teman selingkuhnyi itu.
Upaya Daniels memperkarakan Trump sebenarnya sudah kandas. Tahun 2018 departemen kehakiman federal sudah menyatakan perkara itu tidak bisa dilanjutkan. Sejak awal ada keraguan: apakah secara hukum dimungkinkan seseorang yang sedang menjabat presiden ditetapkan sebagai tersangka perkara kriminal. Debatnya panjang. Lalu perkara itu dianggap sudah kedaluwarsa.
Tapi jaksa di Distrik Manhattan, New York, terus bekerja. Justru merembet ke perkara lain: pajak perusahaan Trump. Soal pengaduan Daniels memang tidak cukup kuat untuk diteruskan tapi soal pajak, Trump harus membayar denda.
Trump begitu jengkel dengan sikap jaksa di New York. Trump memang penduduk New York. Ia begitu bangga dengan kampung halamannya itu. Tapi setelah ia terjun ke politik, Trump merasa seperti di pojok-pojokkan di New York. Maka ia pindah domisili. Ke Florida. Ke sebuah rumah peristirahatan yang besar, luas dan mewah itu: Mar a Lago.
Dari Florida Trump melakukan perlawanan. Dari Florida Trump berhasil menjadi presiden Amerika.
Trump pun merasa aman di tingkat pusat.
Tapi di New York belum sepenuhnya aman. Bubur itu ternyata dimakan dari pinggir. Dan terus ke tengah.
Yang ''dimakan'' dulu adalah Michael Cohen. Ia orang kepercayaan Trump selama lebih 15 tahun. Begitu dekatnya hubungan itu sampai Cohen mendapat gelar khusus: Mr Fixer. Tentu itu jabatan informal. Itu gelar dari lingkungan Trump sendiri. Gelar yang muncul dari saking banyaknya keruwetan Trump yang berhasil diselesaikan Cohen. ''Mr Fixer'' sangat disukai Trump. Cohen-lah orang yang selalu berhasil membereskan urusan ruwet di perusahaan Trump. Juga keruwetan di pribadi Trump.
Baca Juga: Berkah Ramadan, Polsek Cikancung Polresta Bandung Berbagi Sembako
Artikel Terkait
Wapres RI Dorong Pemulihan Ekosistem Lingkungan
Memaknai Keberkahan Ramadan - 09
Pasca Pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia, Dukungan untuk Erick Thohir Tak Pernah Berhenti
Respon Pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia, Wapres RI: Kita Ambil Hikmahnya
Cara Pengajuan Tunjangan Insentif Guru Madrasah Bukan PNS Dibuka Hingga 7 April 2023
Exco PSSI: Indonesia Tidak Mundur Dari Drawing Piala Dunia U-20
Jelang HUT TNI AU, 11 Pesawat F-16 Mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma
Simak! Cara Mudah Membuat SIM
Harga Emas Antam Merangkak Naik, Segini Harganya
Berkah Ramadan, Polsek Cikancung Polresta Bandung Berbagi Sembako