Di dunia film, film “Parasite” dari Korea Selatan berhasil menjadi Film Terbaik Oscar di tahun 2020. Selain itu, drama Korea di Netflix juga termasuk dalam jajaran yang paling disukai.
Lantas, hal apa yang dilakukan di balik layer sehingga hal tersebut bisa terjadi?
Denny menjelaskan, ada tiga hal utama yang juga bisa dikerjakan oleh Indonesia.
Pertama, kultur Korea Selatan dikampanyekan secara internasional, dan dijadikan bagian dari diplomasi kultural resmi pemerintahan. Negara secara sengaja menjadikan diplomasi kultural sebagai bagian dari diplomasi kenegaraan.
“Strategi pertumumbuhan ekonomi nasional secara sengaja juga disusun dengan memasukkan pemberdayaan budaya nasional di sana,” jelas Denny.
Kedua, perusahaan besar Korea Selatan juga ikut mengkampanyekan budaya Korea. Perusahaan besar seperti Hyundai dan Samsung juga diminta ikut memberdayakan kultur Korea.
“Jika produk budayanya disukai dunia, musiknya, drama, film, itu juga akan memberikan efek kepada industri Korea. Brand besar bisnis Korea juga diuntungkan,” tambah Denny.
Hal ketiga adalah komitmen pemerintah itu dikongkretkan pula dengan alokasi anggaran dari pemerintahnya.
Sejak tahun 1990an, satu persen dari APBN Korea Selatan dialokasikan untuk pemberdayaan kultur Korea Selatan
“Kita bisa bayangkan APBN indonesia per tahun 3.000 triliun rupiah. Satu persen saja dari 3.000 triliun adalah 30 triliun pertahun,” kata Denny.
Nilai tersebut jika dialokasikan setiap tahun untuk memberdayakan budaya di Indonesia sudah sangat cukup.
“Karena itu kita menyambut baik perhelatan International Minangkabau Literacy Festival yang diinisiasi oleh teman-teman dari Satupena Sumatera Barat ini, yang dipimpin oleh Sastri Bakry,” kata Denny.
“Acara ini dapat menjadi momentum untuk membangkitkan kembali Minangkabau, membangkitkan kembali raksasa yang sedang tidur,” sambungnya.
Menurut Denny, kerja budaya ini jauh lebih mudah jika dibantu oleh pemerintah daerah dan pemerintah nasional.
“Kita ikuti saja strategi yang sudah sukses dari Korea Selatan. Mulai dari anggaran. Misalnya satu persen dari APBD Sumatra Barat dialokasikan untuk memberdayakan kultur Minangkabau.
Artikel Terkait
Heran...Romo Paskal Bongkar Mafia Perdagangan Manusia, Malah Dipolisikan Oknum BIN !
KPK Tegaskan Pentingnya Transparansi Informasi dan Anggaran
Sekulerisme: Ideologi Jaringan Koruptor
BPD IMA AMS Gagas Forum Group Discussion OKP dan Pemuda Daerah Cianjur
Ridwan Kamil Hadiahi Dana Pendidikan bagi Siswa yang Patungan Beli Sepatu untuk Temannya
Spirit Guru Bangsa: Cak Nur, Gus Dur, dan Buya Syafi’i dalam Aspek Bernegara Masa Kini
Kemendagri Diminta Tanggungjawab atas Pembiayaan Program Beasiswa Affirmasi Otsus Papua
Waspada...Suami Selingkuh dengan Adik Ipar, Hebohkan Jagat Tiktok hingga Twitter
Wow...Gaji Pokok Pensiunan PNS dan Gaji Pensiunan Janda Duda, Dikabarkan Naik
KPAI dan KPAID Cianjur Komitmen Bantu Pemulihan Pasca Gempa