Oleh: Denny JA
Saatnya pemerintah menyisihkan dana satu persen dari APBN, atau sekitar 30 triliun per tahun untuk diplomasi budaya Nusantara ke tingkat dunia.”
Demikian pernyataan Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Denny JA dalam pidato kebudayaan pada pembukaan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) di Auditorium Gubernur Sumatera Barat.
Bagus tak hanya untuk majunya budaya Nusantara, tapi juga bagus untuk perekonomian Indonesia sendiri di era baru.
Dalam pidatonya, Denny mendudukkan situasi dunia saat ini yang sedang mengalami perubahan. Di mana puncaknya akan berlangsung pada tahun 2050 mendatang.
“Untuk pertama kalinya, pusat ekonomi dunia akan berpindah dari Barat ke Asia. Negara paling kuat secara ekonomi nantinya bukan lagi Amerika serikat. Nomor satu adalah China. Nomor dua adalah India, sedangkan Amerika Serikat merosot ke nomor tiga dan Indonesia melonjak menjadi negara nomor empat,” ujar Denny.
Prediksi ini dibuat oleh Pricewater House Cooper, lembaga bisnis dengan reputasi internasional, pada tahun 2017. Prediksi Pricewater ini juga sudah diperkuat pula lembaga ekonomi dunia lainnya, seperti World Bank dan IMF.
Baca Juga: KPAI dan KPAID Cianjur Komitmen Bantu Pemulihan Pasca Gempa
“Ini adalah megatrend. Dalam 2000 tahun sejarah, berpindahnya pusat ekonomi dunia terjadi hanya beberapa kali saja,” sambungnya.
Denny menjelaskan, sejarah telah menunjukkan bahwa pusat ekonomi juga akan berkembang menjadi pusat peradaban. Dari pusat ekonomi, menuju dominasi teknologi, kekuatan militer, dan ujungnya pusat peradaban.
“Kita pun harus bersiap- siap dengan kebangkitan kultur Asia. Negara yang kuat tentu saja akan memilih memperkuat identitas kulturalnya sendiri, memperbaharui dan memberdayakan identitas kulturnya sendiri,” sambungnya.
Ia melanjutkan, hal ini bagus untuk dunia. Dominasi kultur barat selama ini akan diperkaya oleh kultur dari Asia.
“Strategi budaya kita harus dihidupkan dalam kerangka megatrend itu. Bahwa Asia akan menjadi pusat ekonomi, lalu pusat peradaban dunia,” jelasnya.
Menurut Denny, budaya Minangkabau harus pula kita berdayakan masuk ke dalam kerangka megatrend tersebut.
Artikel Terkait
Heran...Romo Paskal Bongkar Mafia Perdagangan Manusia, Malah Dipolisikan Oknum BIN !
KPK Tegaskan Pentingnya Transparansi Informasi dan Anggaran
Sekulerisme: Ideologi Jaringan Koruptor
BPD IMA AMS Gagas Forum Group Discussion OKP dan Pemuda Daerah Cianjur
Ridwan Kamil Hadiahi Dana Pendidikan bagi Siswa yang Patungan Beli Sepatu untuk Temannya
Spirit Guru Bangsa: Cak Nur, Gus Dur, dan Buya Syafi’i dalam Aspek Bernegara Masa Kini
Kemendagri Diminta Tanggungjawab atas Pembiayaan Program Beasiswa Affirmasi Otsus Papua
Waspada...Suami Selingkuh dengan Adik Ipar, Hebohkan Jagat Tiktok hingga Twitter
Wow...Gaji Pokok Pensiunan PNS dan Gaji Pensiunan Janda Duda, Dikabarkan Naik
KPAI dan KPAID Cianjur Komitmen Bantu Pemulihan Pasca Gempa