Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB
Isfhan Taufik Munggaran. (FOTO: Ist)
Isfhan Taufik Munggaran. (FOTO: Ist)

Ia memahami kultur Partai Golkar sekaligus mengerti bahwa politik hari ini menuntut komunikasi yang lebih terbuka, kolaboratif, dan dekat dengan generasi muda. Dukungan dari AMPI dan Kosgoro 1957 menunjukkan bahwa pencalonannya lahir dari keyakinan banyak kader terhadap kapasitasnya memimpin.

Partai besar bukanlah partai yang terus bergantung pada figur lama, melainkan partai yang berani melahirkan pemimpin baru. Regenerasi tidak berarti menggeser peran senior, tetapi menyambung estafet kepemimpinan dengan semangat relevan dengan tantangan zaman.

Jika Golkar Cianjur ingin membuktikan bahwa regenerasi bukan sekadar wacana, maka sulit mengabaikan satu nama yang hari ini tumbuh bersama harapan banyak kader. Barangkali, saat regenerasi benar-benar menemukan namanya, nama itu adalah Isfhan Taufik Munggaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Merdeka dari Kemiskinan

Senin, 17 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Diantar Sosiologi

Minggu, 9 Agustus 2026 | 15:57 WIB

Refleksi atas Berakhirnya UHC di Kabupaten Cianjur

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Berguru pada Pohon

Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Memerdekakan Meja Makan, Memerdekakan Bangsa

Rabu, 22 Juli 2026 | 05:52 WIB

Sesudah Perayaan

Selasa, 21 Juli 2026 | 07:13 WIB
X