Stok Cadangan Beras Pemerintah Melimpah, Bukti Nyata Kontribusi Petani pada Negeri

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Kamis, 14 Mei 2026 | 13:33 WIB

Oleh: Hasan Munadi (Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Cianjur)

"Tanpa pangan tak ada kemerdekaan dan kedamaian" (Prabowo Subianto). Pernyataan tersebut tentunya bukan tanpa maksud dan tujuan. Presiden menaruh harapan besar terhadap sektor pertanian agar dapat mengoptimalisasi semua potensi sumber daya alam yang melimpah di negeri ini untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Presiden Prabowo Subianto sangat serius terhadap sektor pangan. Pada tanggal 7 Januari tahun 2026, beliau secara resmi mengumumkan capaian swasembada pangan saat panen raya di Karawang, Jawa Barat. Capaian tersebut tentu tidak dihasilkan dengan mudah.

Presiden Prabowo melahirkan berbagai kebijakan yang pro terhadap petani, mulai dari pemberian benih berkualitas secara gratis, pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga kebijakan Harga Pembelian Pemerintah Gabah Kering Panen (HPP GKP) padi dan jagung.

Ketahanan pangan bukan hanya menjadi slogan. Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ketahanan pangan yang melahirkan swasembada pangan menjadi sebuah keniscayaan.

Pada tahun 2026 ini, Presiden telah menerbitkan Inpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026-2029.

Dalam Inpres ini, jelas bahwa pemerintah melalui penugasan terhadap lembaga terkait dalam hal ini BULOG menegaskan kepastian harga beli pemerintah sebesar Rp 6.500/kg Gabah Kering Panen (GKP) untuk padi di tingkat petani. Targetnya paling sedikit 4.000.000 ton setara beras, yang berarti ada kemungkinan jumlahnya akan lebih besar lagi.

Kita dapat menemui, baik melalui media maupun dengan mendatangi langsung gudang-gudang BULOG di berbagai wilayah, bahwa stok beras sangat melimpah. Tentunya stok beras yang tersimpan ini diharapkan dapat tetap terjaga kualitasnya melalui tata kelola dan manajerial yang profesional.

Dengan demikian, ketika beras didistribusikan kepada masyarakat baik melalui saluran bantuan pangan maupun saluran lainnya sesuai peraturan yang berlaku kualitasnya tetap terjamin. Hal ini penting agar tidak mencederai niat baik Bapak Presiden dalam memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak melalui Asta Cita yang telah ditargetkan.

Produktivitas petani di ladang dan sawah menunjukkan bahwa petani sebagai penyangga tatanan negara Indonesia memiliki peranan penting terhadap nasib kehidupan suatu bangsa. Semua kebutuhan pangan lahir dari keringat para petani yang tak henti berproduksi mengolah lahan hingga menghasilkan panen untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Kini petani tidak perlu khawatir akan ketersediaan benih, pupuk, alat mesin pertanian, hingga akses pasar. Dengan dukungan pendampingan dari sumber daya manusia penyuluh pertanian di lapangan, petani dapat langsung mengakses berbagai program dukungan peningkatan produktivitas pengolahan lahan sehingga hasil panen meningkat.

Petani adalah ujung tombak lahirnya swasembada pangan. Mereka bekerja dengan ikhlas menjadi garda terdepan; mulai dari mengolah tanah, merawat tanaman, memupuk harapan, hingga memastikan hasil panen berkualitas. Kini, diharapkan petani tidak lagi dibayangi oleh risiko kerugian.

Tentu dibutuhkan sinergitas dari berbagai pihak dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait untuk terus mengawal dan memastikan dukungan terhadap berjalannya berbagai program yang telah dicanangkan.

Dengan demikian, capaian swasembada pangan yang berkelanjutan dapat terpenuhi guna mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri yang berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan petani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB

Obor Hijriah Perangi Korupsi

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:05 WIB

Sekolah Garuda dan Kasta Baru Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:35 WIB

Menguji Keberanian Mengungkap Gurita Korupsi MBG

Selasa, 9 Juni 2026 | 15:57 WIB

Mengetuk Pintu Malam yang Terkunci Dosa

Selasa, 9 Juni 2026 | 06:16 WIB

Estetika sebagai Basis Etika dan Kejayaan Bangsa

Selasa, 9 Juni 2026 | 06:10 WIB

Apa yang Harus Dilakukan Prabowo?

Senin, 8 Juni 2026 | 10:38 WIB

Democracy for Realists: Pelajaran bagi Indonesia

Minggu, 7 Juni 2026 | 07:56 WIB
X