Pertumbuhan Ekonomi Cianjur dan Kopdeskel Merah Putih

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 2 Januari 2026 | 21:44 WIB
Unang Margana
Unang Margana

(Sinergi Kebijakan untuk Kesejahteraan Desa)

Oleh : Unang Margana*

Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan (KOPDESKEL) "Merah Putih", diera Presiden Prabowo, membawa angin segar bagi terwujudnya kedaulatan ekonomi rakyat. Terbentuknya Kopdeskel "Merah Putih", bukan hanya sebagai Amanat konstutusi dan bagian implementasi Ekonomi Kerakyatan, tentu saja harus kita dukung dan diapresiasi. Kebijakan Stategis Pemerintah Pusat ini, diharapkan adanya peningkatan pertumbuhan ekomomi, tidak hanya secara kwantitatif (80.000 koperasi baru), tetapi juga kwalitatif (kesejahteraan dan keadian) masyarakat desa, di seluruh Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan tolok ukur utama keberhasilan pembangunan, tetapi bukan sekadar angka statistik. Yang lebih penting adalah sejauh mana pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan kesejahteraan sosial dan pemerataan yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kabupaten Cianjur, dengan karakter wilayah yang luas dan basis ekonomi agraris, menghadapi tantangan untuk mengubah pertumbuhan ekonomi menjadi pemerataan yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih menjadi salah satu strategi kebijakan yang memiliki relevansi kuat untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif.

Kondisi Ekonomi Cianjur dalam Angka dan Tantangan

Kabupaten Cianjur merupakan wilayah strategis di Provinsi Jawa Barat, diapit oleh kawasan megapolitan Jabodetabek dan daerah Priangan Timur, sehingga berpotensi menjadi wilayah penghubung kegiatan ekonomi urban dan rural. Luas wilayah mencapai 3.614,35 km² yang terbagi dalam 32 kecamatan, 354 desa, dan 6 kelurahan. Struktur geografis ini memberi peluang besar bagi sektor pertanian, industri kecil, serta jasa untuk berkembang.

Cianjur Dalam Angka 2025, perekonomian Kabupaten Cianjur mencatat pertumbuhan sebesar sekitar 5,14 % pada tahun 2024. Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih sangat dipengaruhi oleh sektor primer, dengan pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang lebih dari 32 % dari total PDRB. Sektor perdagangan menduduki urutan kedua diikuti oleh sektor transportasi yang menunjukkan dinamika pergeseran menuju ekonomi tersier.

Angka pertumbuhan tersebut menunjukkan arah positif, namun masalah struktural masih mengemuka. Pendapatan per kapita Cianjur masih relatif rendah bila dibandingkan dengan rata-rata nasional maupun provinsi, sementara ketergantungan pada sektor pertanian mengindikasikan keterbatasan diversifikasi ekonomi.

Data dari Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Pemerintah Jawa Barat juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi daerah ini tetap berada pada kisaran antara 4,87 % hingga 5,37 % pada 2025, dengan tantangan utama berupa pengurangan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kondisi ini makin menguatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang ada harus dipadu dengan strategi pemerataan melalui pemberdayaan ekonomi desa yang lebih efektif. Data statistik dan dinamika sosial menunjukkan kebutuhan akan lembaga ekonomi yang mampu mengeksekusi pemberdayaan tersebut dari akar rumput.

Kopdeskel Merah Putih : Instrumen Kebijakan Ekonomi Kerakyatan

Kebijakan nasional dalam pembentukan Kopdeskel Merah Putih muncul sebagai respons terhadap tantangan pemberdayaan ekonomi di desa. Program ini didorong melalui Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang berlaku sejak 27 Maret 2025. Program ini melibatkan kolaborasi 13 kementerian dan dua badan pemerintahan, dengan target pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.

Pemerintah pusat bahkan telah menyiapkan dukungan fiskal besar melalui alokasi dana investasi hingga Rp 210 triliun yang ditujukan untuk penguatan ekonomi desa melalui Kopdeskel Merah Putih. Dana ini diharapkan dapat menekan dominasi tengkulak dan praktik rentenir, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih merata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X