Ada pepatah kuno
dibisikkan ribuan tahun lalu:
“Sungai yang kau masuki dua kali,
tidak akan pernah sama
Samudera yang kau potret seribu kali,
hasilnya akan berbeda”
Sebuah pengingat lembut
arus perubahan yang tak pernah berhenti
kadang pasang atau surut
sesuai ritme waktu yang kita jalani
Kita berusaha menggenggam momen
lalu mengabadikan agar tetap konsisten
Namun tanpa kita sadari:
warna langit berubah
angin berubah
cahaya berubah
dan diri kita pun ikut berubah
Segala sesuatu mengalir
Tidak ada yang tidak berubah
Menyadarkan kita untuk berpikir
menghadapi kenyataan yang ada
Kita hanyut di arus waktu
tetapi berusaha berkata tidak
detik demi detik perubahan berlalu
semuanya tak mungkin bisa ditolak
Sebab masa lalu
bukanlah diri kita hari ini
Karena ada pengalaman baru
selalu hadir tanpa kita sadari
Al-Ghazali pernah berkata:
perubahan halus dalam rasa
lalu turun ke hati
yang membuat kita bijaksana
menyikapi persoalan hidup ini
Malang, 2 Januari 2026
Salam Sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
BEM PTNU Se-Nusantara Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD karena Dinilai Mundurkan Demokrasi
PSN Geothermal di Cianjur, Catatan Kritis di Penghujung Tahun 2025
Refleksi Akhir Tahun, GP Ansor Cianjur Adukan Ingkar Janji Bupati ke Kemendagri
Refleksi Akhir Tahun 2025: Penegakkan Hukum di Kabupaten Cianjur
Mutiara Pagi: Di Tahun Baru Ini (Bagian 2076)
Prestasi Tidur
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Awal Tahun Momentum Meninggalkan Kelalaian Menuju Kesalehan (Bagian 20)
Rapor Kuning Kinerja Bupati Cianjur Tahun 2025: Fondasi Pemerintahan Retak dan Kepercayaan Publik Masih Kritis
Ketika Hybrid Intelligence Menjadi Sekutu Terbaik Para Leader
Menjatuhkan Orang Lain Untuk Terlihat Lebih Tinggi