Bukan sebagai penyelamat, tetapi sebagai pelayan rakyat, bukan sebagai pemilik kekuasaan, tetapi sebagai pengembali kepada yang berhak.
Allah menutup kegelisahan ini dengan kalimat penghiburan yang tak pernah basi:
وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا
“Tuhanmu tidak pernah lupa.” (QS. Maryam: 64)
Maka selama rakyat tidak melupakan negaranya, dan pemimpin tidak melupakan rakyatnya, demokrasi akan menemukan jalannya kembali. Ia akan bangkit perlahan, seperti fajar yang muncul setelah malam yang panjang.
Dan ketika cahaya itu menyala, oligarki betapapun kuat, tidak akan mampu bertahan.
Artikel Terkait
Peluang Kemendagri Buka Sanksi Bupati Aceh Selatan Terkait Perjalanan Umrah
Melintasi Waktu di Jembatan Cirahong, Ikon Bersejarah dari Era Kolonial
Mitos Poligami di Curug Candung, Inilah Ceritanya
Tujuh Weton Memiliki Keberuntungan yang Berlimpah di Akhir Tahun 2025, Apakah Kamu Termasuk?
Prediksi UMP dan UMK di Jawa Barat 2026 , Jika Naik 3,6 %, Segini Kisaran nya
Pesona Curug Tersembunyi di Jawa Barat yang Wajib Kamu Kunjungi
Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN
Perpanjangan Waktu Pendaftaran Adinegoro 2025 : Kesempatan Emas untuk Jurnalis
Insan BRILiaN Regional 11 Yogyakarta Salurkan Donasi Tahap Pertama Sebesar Rp 71 Juta untuk Penyintas Bencana Sumatera
Mutiara Pagi: Balas Jasa (Bagian 2053)