Balas jasa tampak menjelma
seperti hak istimewa
yang harus diterima
oleh orang yang selalu memujinya
Bukan sebuah penghargaan
yang pantas diperjuangkan
tapi seperti barang dagangan
yang dapat diperjualbelikan
Akibatnya kebijaksanaan
bisa ditukar dengan pujian
oleh barisan yang tepuk tangan
dan duduknya paling depan
Sehingga balas jasa selalu lahir
Serta hanya benar-benar hadir
Kepada mereka yang pandai menjilat
bukan mereka yang meninggalkan manfaat
Ironisnya, tuntutan itu sering datang
dari barisan yang bersuara lantang
dari para loyalis buta
demi kepentingan pribadinya
Balas jasa sepanjang hayat
Seolah menjadi pilihan yang tepat
yang penting ada alasan
sebagai dasar pembenaran
Malang, 9 Desember 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mengungkap Makna Mendalam Motif Batik Tegal: Beras Mawur dan Jago Mogok
Peluang Kemendagri Buka Sanksi Bupati Aceh Selatan Terkait Perjalanan Umrah
Melintasi Waktu di Jembatan Cirahong, Ikon Bersejarah dari Era Kolonial
Mitos Poligami di Curug Candung, Inilah Ceritanya
Tujuh Weton Memiliki Keberuntungan yang Berlimpah di Akhir Tahun 2025, Apakah Kamu Termasuk?
Prediksi UMP dan UMK di Jawa Barat 2026 , Jika Naik 3,6 %, Segini Kisaran nya
Pesona Curug Tersembunyi di Jawa Barat yang Wajib Kamu Kunjungi
Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN
Perpanjangan Waktu Pendaftaran Adinegoro 2025 : Kesempatan Emas untuk Jurnalis
Insan BRILiaN Regional 11 Yogyakarta Salurkan Donasi Tahap Pertama Sebesar Rp 71 Juta untuk Penyintas Bencana Sumatera