JOURNALNUSANTARA.COM - Tegal dikenal dengan karya seni batik tulisnya yang menjadi primadona di daerah ini, yang lebih populer dengan nama batik tegalan.
Batik tegalan memiliki ciri khas yang mudah dikenali, yaitu ragam hias yang mengusung motif flora dan fauna.
Salah satu motif yang terkenal adalah beras mawur yang dipadukan dengan gambar jago mogok, yang menjadi simbol keindahan dan kekhasan batik Tegal.
Baca Juga: Mahasiswa Pecinta Alam Cianjur Turun ke Jalan, Bantu Korban Bencana Sumatra-Aceh
Secara harfiah, kata "batik" berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yakni "amba" yang berarti menulis, dan "nitik" yang berarti memberi titik atau menggambar.
Dengan demikian, batik dapat dipahami sebagai kegiatan seni menulis atau menggambar di atas kain untuk menciptakan pola atau gambar yang unik.
Pada kain batik, motif menjadi elemen penting yang membentuk karakter dari karya tersebut. Motif batik merupakan corak atau pola yang terdiri dari perpaduan garis dan bentuk, yang saling berinteraksi membentuk satu kesatuan gambar yang estetis. Ragam motif ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai identitas budaya dan tradisi.
Batik Tegal, dengan motif khasnya, menjadi lebih dari sekadar produk seni. Ia adalah bagian dari warisan budaya yang terus berkembang dan diakui sebagai salah satu kekayaan Indonesia.
Dengan keunikan motif dan teknik pembuatannya, batik tegalan tidak hanya mengundang decak kagum, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Baca Juga: Mengungkap Sejarah dan Keunikan Payung Geulis Tasikmalaya
Motif pada batik terdiri dari banyak bentuk meliputi bentuk hewan, tumbuhan ataupun ciri khas pada daerah asal batik tersebut.
Motif Beras Mawur kombinasi Jago Mogok Batik beras mawur kombinasi jago mogok ornamen utamanya berupa stilasi dari ayam jago dengan isen – isen beras mawur. Jago Mogok" menggambarkan seekor ayam jago yang sedang berhenti atau diam.