Melintasi Waktu di Jembatan Cirahong, Ikon Bersejarah dari Era Kolonial

photo author
Yadi Hasanudin, Journal Nusantara
- Senin, 8 Desember 2025 | 17:41 WIB
Foto : Proyek Strategis Nasional (PSN) yang paling dinantikan di kawasan Priangan Timur, Jembatan Cirahong 2, menunjukkan kemajuan signifikan. (Bambang B.)
Foto : Proyek Strategis Nasional (PSN) yang paling dinantikan di kawasan Priangan Timur, Jembatan Cirahong 2, menunjukkan kemajuan signifikan. (Bambang B.)

JOURNALNUSANTARA.COM - Jembatan Cirahong bukan hanya sekadar penghubung antar wilayah, melainkan juga menjadi saksi bisu sejarah panjang pembangunan infrastruktur di tanah Sunda.

Jembatan ini terletak di Kecamatan Manonjaya, Tasikmalaya, pasti sudah tak asing lagi bagi banyak orang. Dengan panjang mencapai 202 meter dan lebar 3 meter, jembatan ini berdiri kokoh setinggi 66 meter di atas Sungai Citanduy, memberikan pemandangan yang memukau bagi siapa saja yang melintas.

Jembatan Cirahong mulai pada tahun 1893, di era pemerintahan Hindia Belanda, yang saat itu diinisiasi oleh perusahaan kereta api Staatspoorwegen.

Baca Juga: Mengungkap Makna Mendalam Motif Batik Tegal: Beras Mawur dan Jago Mogok

Jembatan ini adalah bagian dari proyek besar pembangunan jalur kereta api selatan Pulau Jawa yang digagas oleh pemerintah kolonial Belanda.

Keberadaannya tak hanya untuk transportasi kereta api, tetapi juga melayani kendaraan darat, termasuk mobil, motor, sepeda, dan pejalan kaki yang melintas di bagian bawah jembatan.

Desain Jembatan Cirahong memiliki struktur yang unik dan menarik. Dibuat dari bahan besi baja yang disusun bertingkat dengan pelat rusuk, jembatan ini mampu menahan beban lalu lintas yang cukup padat.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah dan Keunikan Payung Geulis Tasikmalaya

Pada bagian bawah, terdapat jalur untuk kendaraan darat dan pejalan kaki, sementara bagian atas difungsikan sebagai jalur kereta api reguler yang dikelola oleh PT KAI Daop 2 Bandung.

Selain itu, jembatan ini juga mengalami perkuatan struktural pada tahun 1934, menjadikannya semakin tangguh dan stabil.

Sebagai salah satu peninggalan sejarah, Jembatan Cirahong bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga simbol dari masa lalu yang kaya akan cerita.

Baca Juga: Siap Hadapi Jeram Ciamis? Paket Arung Jeram Hemat untuk Petualangan yang Menggugah

Melalui berbagai tahap pembangunan dan perbaikan, jembatan ini kini tetap berdiri megah, menghubungkan kehidupan sehari-hari masyarakat dengan jejak sejarah yang tak terlupakan.

Keberadaannya tentu menjadi kebanggaan bagi warga Tasikmalaya dan sekitarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Sumber: ayotasik.com

Tags

Rekomendasi

Terkini

Kerjasama Media Online dengan Hotel

Senin, 6 April 2026 | 06:38 WIB
X