Catatan Gelap Para Pemilik Sah Republik

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Selasa, 9 Desember 2025 | 13:30 WIB
Ilustrasi, Indonesia Re digadang jadi holding BUMN Reasuransi. (Foto: Dok. Indonesia Re)
Ilustrasi, Indonesia Re digadang jadi holding BUMN Reasuransi. (Foto: Dok. Indonesia Re)

Oleh: Munawir Kamaluddin

Pertanyaan paling sunyi dalam sejarah bangsa ini bukanlah “siapa yang memimpin?”, melainkan “siapa yang sesungguhnya memiliki republik ini?”.

Pada suatu masa, kita dipaksa bertanya dalam lirih yang gemetar. Apakah demokrasi benar-benar masih hidup, ataukah ia hanya ritual yang dipentaskan setiap lima tahun. Disanjung dengan tepuk tangan, tetapi kehilangan ruh dan makna?

Gelisah itu lahir bukan dari keputusasaan, tetapi dari cinta yang terlalu besar pada tanah ini. Cinta yang membuat kita resah ketika melihat demokrasi berdiri seperti tubuh yang kehilangan jantung.

Seolah hidup, tetapi tidak berdenyut. Demokrasi perlahan menjadi nama tanpa makna, bangunan tanpa fondasi, dan janji tanpa pemenuhan.

Ia kehilangan cahaya bukan karena rakyat lemah, bukan karena bangsa ini kecil, tetapi karena kekuasaan diam-diam dipersempit menjadi milik segelintir orang.

Mereka yang tidak pernah dipilih rakyat, tetapi mengatur jalannya negara dari balik tirai. Di situlah oligarki tumbuh, tak bermahkota, tetapi memerintah, tak tampil di panggung, tetapi menguasai naskah.

Fenomena ini disinggung Al-Qur’an sebagai bentuk penghancuran terselubung:

يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيْدِيهِمْ

“Mereka merusak rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri.” (QS. al-Ḥasyr: 2)

Rasulullah SAW. menguatkan pesan itu dengan peringatan yang tajam:

إِذَا ضُيِّعَتِ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

“Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah saat kehancuran.” (HR. al-Bukhari).

Ketika jabatan diperjualbelikan, ketika suara rakyat diperlakukan sebagai komoditas, ketika hukum tunduk pada elit, maka sesungguhnya bukan demokrasi yang runtuh, tetapi martabat sebuah bangsa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X