Oleh: Munawir Kamaluddin
Pertanyaan paling sunyi dalam sejarah bangsa ini bukanlah “siapa yang memimpin?”, melainkan “siapa yang sesungguhnya memiliki republik ini?”.
Pada suatu masa, kita dipaksa bertanya dalam lirih yang gemetar. Apakah demokrasi benar-benar masih hidup, ataukah ia hanya ritual yang dipentaskan setiap lima tahun. Disanjung dengan tepuk tangan, tetapi kehilangan ruh dan makna?
Gelisah itu lahir bukan dari keputusasaan, tetapi dari cinta yang terlalu besar pada tanah ini. Cinta yang membuat kita resah ketika melihat demokrasi berdiri seperti tubuh yang kehilangan jantung.
Seolah hidup, tetapi tidak berdenyut. Demokrasi perlahan menjadi nama tanpa makna, bangunan tanpa fondasi, dan janji tanpa pemenuhan.
Ia kehilangan cahaya bukan karena rakyat lemah, bukan karena bangsa ini kecil, tetapi karena kekuasaan diam-diam dipersempit menjadi milik segelintir orang.
Mereka yang tidak pernah dipilih rakyat, tetapi mengatur jalannya negara dari balik tirai. Di situlah oligarki tumbuh, tak bermahkota, tetapi memerintah, tak tampil di panggung, tetapi menguasai naskah.
Fenomena ini disinggung Al-Qur’an sebagai bentuk penghancuran terselubung:
يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيْدِيهِمْ
“Mereka merusak rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri.” (QS. al-Ḥasyr: 2)
Rasulullah SAW. menguatkan pesan itu dengan peringatan yang tajam:
إِذَا ضُيِّعَتِ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ
“Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah saat kehancuran.” (HR. al-Bukhari).
Ketika jabatan diperjualbelikan, ketika suara rakyat diperlakukan sebagai komoditas, ketika hukum tunduk pada elit, maka sesungguhnya bukan demokrasi yang runtuh, tetapi martabat sebuah bangsa.
Artikel Terkait
Peluang Kemendagri Buka Sanksi Bupati Aceh Selatan Terkait Perjalanan Umrah
Melintasi Waktu di Jembatan Cirahong, Ikon Bersejarah dari Era Kolonial
Mitos Poligami di Curug Candung, Inilah Ceritanya
Tujuh Weton Memiliki Keberuntungan yang Berlimpah di Akhir Tahun 2025, Apakah Kamu Termasuk?
Prediksi UMP dan UMK di Jawa Barat 2026 , Jika Naik 3,6 %, Segini Kisaran nya
Pesona Curug Tersembunyi di Jawa Barat yang Wajib Kamu Kunjungi
Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN
Perpanjangan Waktu Pendaftaran Adinegoro 2025 : Kesempatan Emas untuk Jurnalis
Insan BRILiaN Regional 11 Yogyakarta Salurkan Donasi Tahap Pertama Sebesar Rp 71 Juta untuk Penyintas Bencana Sumatera
Mutiara Pagi: Balas Jasa (Bagian 2053)