Oleh: Nanang Gojali
Kehadiran Purbaya Yudhi Sadewa dalam kabinet Prabowo menjadi paradoks yang memikat perhatian publik: teknokrat yang mengusung transparansi justru masuk ke jantung kekuasaan yang penuh kabut kepentingan.
Belum genap seratus hari menjabat, ia sudah mengganggu kenyamanan banyak pihak. Dari sudut pandang sufistik, gangguan itulah pertanda hadirnya cahaya pada ruang yang telah lama nyaman dalam gelap.
Ia ingin membenahi subsidi, mengunci kebocoran anggaran, menghentikan pemborosan proyek mercusuar; tetapi justru di situlah badai dimulai. Karena setiap cahaya yang dinyalakan akan membuat kegelapan merasa terancam.
Gemetar Struktur Lama: Ketika Uang Rakyat Dipertaruhkan
Kontroversi Purbaya bukan soal gaya bicara yang keras, tetapi isi dari kata-katanya:
"Siapa pun yang maling uang rakyat, saya sikat. Saya tidak bisa disogok.”
Dalam tradisi sufi, keberanian seperti itu adalah bentuk sidq; kejujuran eksistensial yang menampakkan dirinya dalam tindakan. Namun sidq selalu memukul wajah kemunafikan.
Purbaya memotong proyek Whoosh (yang disebut-sebut sebagai "barang busuk sejak awal"), merombak alokasi anggaran dan memaksa investor patuh pada moral fiskal. Ia tidak kompromi; dan karena itulah ia menjadi musuh bagi mereka yang menganggap negara sebagai ladang pribadi.
Konflik pun tak terhindarkan:
"Anda memakai lambang menteri, tapi tidak ada koordinasi yang bagus. Tidak ada gunanya!”
Serangan langsung dari kolega kabinet ini, di depan publik, mengandung pesan bahwa perang kepentingan telah meletup di permukaan.
Namun Purbaya membalas dengan kalimat yang lebih dalam:
"Saya hanya bertanggung jawab kepada RI-1.”
Artikel Terkait
CitiMall Cianjur, Oase Belanja dan Hiburan di Jantung Kota Santri
Seni Belanja Cerdas, Menguasai Daftar dan Mengendalikan Anggaran
Sesudah Hidup
Jelajah Akhir Pekan dengan Bersepeda
Mutiara Pagi: Lisan (Bagian 2009)
ARWT Cianjur Desak Pemda Kembalikan RPJMD ke Rencana Awal, Hentikan Pembelokan Janji Kepala Daerah Terkait Program RT
Pelatihan Khusus Pegadaian Area Jatiwaringin, The Power of Communication Skill and The Art of Public Speaking for Leader and Negotiator
Seminar Emas Pegadaian, Sustainable Happiness in the Middle Life Full of Surprises
Kuliah Umum Investasi Emas untuk Gen-Z, Mahasiswa Cerdas Finansial Mulai Investasi Emas Sejak Dini
Mutiara Pagi: Bicara Boleh Saja (Bagian 2010)