Mengapa Amuk Massa?

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 12:10 WIB
54 orang yang diduga sebagai provokator saat demo di Semarang, Jumat, 29 Agustus 2025 diamankan polisi. (Foto dokumentasi humas Polda Jateng).
54 orang yang diduga sebagai provokator saat demo di Semarang, Jumat, 29 Agustus 2025 diamankan polisi. (Foto dokumentasi humas Polda Jateng).

Tarik mundur semua kekuatan aparat lalu himbau massa untuk bisa lebih tenang karena, yakinkan pula setengah perjuangan mereka sudah berhasil. Ambil sikap tegas dan cepat seperti mencopot jabatan Kapolri. Ini salah satu bentuk keberpihakan sekaligus pemenuhan tuntutan massa. Apa sulitnya mengganti Kapolri? Khawatir ada gesekan ataupun resiko politik?

Presiden harus tegas jika memang masih mau dipercaya oleh rakyat. Urusan dan kepentingan rakyat jauh di atas soal resiko politik yang mungkin terjadi. Langkah berikut, penuhi tuntutan rakyat untuk membatalkan tunjangan anggota Dewan. Batalkan pula (jika mungkin) kebijakan yang tidak pro rakyat, seperti pungutan pajak ini itu. Pecat dan ganti menteri unfaedah. Itu cara meluluhkan emosi rakyat.

Skenario terburuk untuk memenuhi tuntutan rakyat adalah Presiden keluarkan Dekrit membubarkan DPR/MPR periode 2024-2029 lalu mengadakan pemilu ulang (pileg periode 2025-2030). Jika tidak dilakukan, maka yakinlah, mengembalikan kepercayaan itu sulit bahkan mungkin terlambat. Rakyat akan mencari jalan keadilannya sendiri yang itu artinya, tatanan berbangsa kita ambruk.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Renungan HUT RI ke-80 Tahun

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X