Pujian, Antara Fitrah dan Fitnah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 16 Juli 2025 | 06:54 WIB
Pemandangan eksotis Labuan Bajo, destinasi wisata andalan Indonesia yang memadukan keindahan alam, budaya lokal, dan pesona satwa langka. (@Ilustrasi dibuat AI)
Pemandangan eksotis Labuan Bajo, destinasi wisata andalan Indonesia yang memadukan keindahan alam, budaya lokal, dan pesona satwa langka. (@Ilustrasi dibuat AI)

Oleh: Munawir Kamaluddin

Siapa di antara kita yang tak suka dan tak pernah tersenyum saat dipuji?

Mengapa hati terasa ringan ketika nama kita disebut dengan kata-kata indah?

Apakah kita melakukan kebaikan karena tulus… atau karena berharap ada yang berdecak kagum?

Mengapa ada orang yang marah saat tak disebut, kecewa bila tak dihargai, bahkan tersingkirkan hanya karena tak cukup dielu-elukan?

Apakah pujian memang candu yang tak kasat mata, namun mampu mengubah sikap, pilihan, bahkan kemurnian hati?

Sudahkah kita memuji dengan tulus untuk menghargai, atau hanya melambungkan orang agar kita dipandang dekat?

Dan… apakah kita kuat menghadapi pujian tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri?

*Pujian: Antara Fitrah dan Godaan*

Pujian adalah bagian dari bahasa rasa yang membalut interaksi manusia. Setiap jiwa pada dasarnya merindukan apresiasi.
Ingin dihargai, ingin dikenang, dan ingin dipandang berarti adalah kebutuhan emosional yang bersifat fitri.

Maka tak salah bila Rasulullah SAW. pun mengajarkan kita untuk saling menghargai dan memberi penghormatan.

Namun pujian adalah pedang bermata dua. Ia bisa menjadi penyubur motivasi, atau sebaliknya, penjerumus dalam lautan ego.

Pujian yang tepat, pada tempat dan kadar yang benar, menjadi jembatan untuk mempererat ukhuwah dan menciptakan harmoni.

Tapi pujian yang berlebihan, manipulatif, atau datang dari niat yang salah justru dapat merusak hati dan meracuni jiwa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X