Oleh: Munawir Kamaluddin
Siapa di antara kita yang tak suka dan tak pernah tersenyum saat dipuji?
Mengapa hati terasa ringan ketika nama kita disebut dengan kata-kata indah?
Apakah kita melakukan kebaikan karena tulus… atau karena berharap ada yang berdecak kagum?
Mengapa ada orang yang marah saat tak disebut, kecewa bila tak dihargai, bahkan tersingkirkan hanya karena tak cukup dielu-elukan?
Apakah pujian memang candu yang tak kasat mata, namun mampu mengubah sikap, pilihan, bahkan kemurnian hati?
Sudahkah kita memuji dengan tulus untuk menghargai, atau hanya melambungkan orang agar kita dipandang dekat?
Dan… apakah kita kuat menghadapi pujian tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri?
*Pujian: Antara Fitrah dan Godaan*
Pujian adalah bagian dari bahasa rasa yang membalut interaksi manusia. Setiap jiwa pada dasarnya merindukan apresiasi.
Ingin dihargai, ingin dikenang, dan ingin dipandang berarti adalah kebutuhan emosional yang bersifat fitri.
Maka tak salah bila Rasulullah SAW. pun mengajarkan kita untuk saling menghargai dan memberi penghormatan.
Namun pujian adalah pedang bermata dua. Ia bisa menjadi penyubur motivasi, atau sebaliknya, penjerumus dalam lautan ego.
Pujian yang tepat, pada tempat dan kadar yang benar, menjadi jembatan untuk mempererat ukhuwah dan menciptakan harmoni.
Tapi pujian yang berlebihan, manipulatif, atau datang dari niat yang salah justru dapat merusak hati dan meracuni jiwa.
Artikel Terkait
Hujan Deras dan Dampaknya Terhadap Aktivitas Masyarakat
Kapal Layar, Transportasi Tradisional yang Tetap Menawan
Air dan Kehidupan, Sumber Utama Kelangsungan Makhluk Hidup
Peradaban Pasar Masa ke Masa: Sonobudoyo Gelar Abhinaya, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Berbagi Pengalaman
Mutiara Pagi: Takut Perbedaan (Bagian 1902)
Robot Polisi dan Masa Depan Penegakan Hukum: Refleksi Kritis atas Uji Coba Tanpa Anggaran Negara
Trump: Indonesia Tak Penting?
Diduga Ada Kejanggalan, Seleksi Direktur Teknik Perumdam Tirta Mukti Cianjur Dipertanyakan
Dari Buku untuk Desa: Ajak Wujudkan Pojok Baca di Mekarwangi
KKN Kelompok 9 STAI Al-Azhary Resmi Diterima di Desa Sukajadi: Siap Bersinergi Tebarkan Manfaat