Transisi teknologi tidak boleh membuat publik kehilangan kepercayaan. Sebaliknya, teknologi harus memperkuat keadilan dan efektivitas kerja penegakan hukum.
SOP penggunaan robot harus disiapkan dengan matang, menjamin hak warga, serta membatasi potensi penyalahgunaan. Polri tak cukup hanya mengatakan robot “akan membantu”. Masyarakat berhak tahu tujuan, skema kerja sama, dan anggaran secara transparan.
Inovasi akan selalu didukung jika berpihak pada efisiensi, keadilan, dan akuntabilitas. Sebab meski disebut “uji coba”, ruang abu-abu antara institusi negara dan swasta tetap harus dikawal ketat.
Jangan sampai robot hanya menjadi pajangan teknologi tanpa manfaat nyata. Sudah waktunya publik dilibatkan dalam mengawasi arah transformasi teknologi di tubuh Polri.
Catatan Penulis:
Penulis adalah Sultan Patrakusumah VIII Trustee Guarantee Phoenix INA 18.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Masih Banyak Pintu (Bagian 1900)
Paradoks Pesta Raya Dangdut di Cianjur
Bank BSI KCP Cianjur dan Klinik Harapan Sehat Gelar CFD Peduli Berupa Santunan Yatim dan Pengobatan Gratis
Mutiara Pagi: Tuhan Tak Pernah Ingkar (Bagian 1901)
Dampak Perubahan Cuaca Terhadap Kehidupan Sehari-hari
Hujan Deras dan Dampaknya Terhadap Aktivitas Masyarakat
Kapal Layar, Transportasi Tradisional yang Tetap Menawan
Air dan Kehidupan, Sumber Utama Kelangsungan Makhluk Hidup
Peradaban Pasar Masa ke Masa: Sonobudoyo Gelar Abhinaya, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Berbagi Pengalaman
Mutiara Pagi: Takut Perbedaan (Bagian 1902)