Penutup: Menjaga Warisan, Merawat Kesadaran
Menghadapi gelombang purifikasi kultural yang kerap mengabaikan konteks lokal, kita perlu mengingat bahwa Islam bukan identitas eksklusif yang berdiri di atas reruntuhan budaya, melainkan cahaya yang membimbing arah kebudayaan menuju kebaikan dan keadilan. Budaya Sunda, dengan seluruh nilai kemanusiaannya, telah menjadi ladang subur bagi Islam untuk tumbuh tanpa kehilangan keindahan aslinya.
Dengan demikian, tugas kita bukan menanggalkan budaya atas nama agama, tetapi menyinari budaya dengan cahaya ajaran yang luhur. Karena seperti dikatakan Muhammad Iqbal: "Religion without culture is a soul without a body; culture without religion is a body without a soul." Maka, Islam dan budaya Sunda adalah tubuh dan ruh yang saling menghidupi dalam perjalanan peradaban.
Alas mentaok.
10 Mei 2025
Artikel Terkait
Pulau Onrust, Jejak Sejarah Kolonial di Kepulauan Seribu
BEM UNISLA Gelar Entrepreneurship Class, Cetak Pengusaha Muda Kampus
Mutiara Pagi: Sang Penakluk (Bagian 1835)
Unpad Gelar Seminar Nasional Refleksi Gagasan Koperasi Bung Hatta
Kebudayaan sebagai Fondasi Identitas Bangsa dalam Perspektif Ahli Antropologi
UNSUR Cianjur Gelar Kuliah Umum Keolahragaan, Bahas Strategi Pembangunan Olahraga Daerah
Mutiara Pagi: Merawat Harapan (Bagian 1836)
Hukum Reksa Dana
Rekor Baru Cadangan Beras
Seni Mengelola Keuangan dengan Baik dan Benar