Merawat Harmoni: Keselarasan Budaya Sunda dan Ajaran Islam

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 12 Mei 2025 | 05:00 WIB
Bale Jaya Dewata di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jawa Barat. (Ayocirebon.com/Josahema Rizki Tambunan)
Bale Jaya Dewata di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jawa Barat. (Ayocirebon.com/Josahema Rizki Tambunan)

Penutup: Menjaga Warisan, Merawat Kesadaran

Menghadapi gelombang purifikasi kultural yang kerap mengabaikan konteks lokal, kita perlu mengingat bahwa Islam bukan identitas eksklusif yang berdiri di atas reruntuhan budaya, melainkan cahaya yang membimbing arah kebudayaan menuju kebaikan dan keadilan. Budaya Sunda, dengan seluruh nilai kemanusiaannya, telah menjadi ladang subur bagi Islam untuk tumbuh tanpa kehilangan keindahan aslinya.

Dengan demikian, tugas kita bukan menanggalkan budaya atas nama agama, tetapi menyinari budaya dengan cahaya ajaran yang luhur. Karena seperti dikatakan Muhammad Iqbal: "Religion without culture is a soul without a body; culture without religion is a body without a soul." Maka, Islam dan budaya Sunda adalah tubuh dan ruh yang saling menghidupi dalam perjalanan peradaban.

Alas mentaok.
10 Mei 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X