Resensi Buku "Tata Kelola Keuangan Daerah, Tartil Mengelola APBD, Mengakselerasi Pembangunan Daerah, dan Menyejahterakan Rakyat"
Karya: Lepi Ali Firmansyah
Penerbit: Rajawali Pers
Oleh: Taupik Rohmansyah)
Buku ini hadir sebagai panduan komprehensif dalam memahami dan mengelola keuangan daerah secara efektif dan efisien. Judulnya yang cukup panjang namun deskriptif, langsung memberikan gambaran utuh mengenai fokus utama buku ini: tata kelola keuangan daerah yang diibaratkan sebagai "tartil" atau seni membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, yang bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan daerah dan, pada akhirnya, menyejahterakan rakyat.
Sebagai pembaca, saya mencatat beragam kelebihan dalam buku ini:
Kesatu, Komprehensif dan Mendalam
Buku ini tidak hanya membahas dasar-dasar pengelolaan APBD, tetapi juga mengupas tuntas berbagai aspek penting lainnya seperti perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga pengawasan keuangan daerah. Pembahasan yang mendalam ini sangat berguna bagi para praktisi, akademisi, maupun pihak-pihak yang tertarik dengan isu keuangan daerah.
Kedua, Pendekatan Praktis
Meskipun sarat dengan konsep teoritis, buku ini disajikan dengan bahasa yang relatif mudah dipahami dan dilengkapi dengan contoh-contoh praktis. Hal ini memungkinkan pembaca untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam konteks nyata pengelolaan keuangan daerah.
Ketiga, Fokus pada Tujuan Akhir
Penulis berhasil menghubungkan pengelolaan keuangan daerah dengan tujuan akhirnya, yaitu akselerasi pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Perspektif ini penting untuk menyadarkan para pengelola keuangan daerah bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Keempat, Relevansi dengan Konteks Daerah
Sebagai karya yang fokus pada keuangan daerah, buku ini tentu sangat relevan bagi para pemangku kepentingan di tingkat daerah, mulai dari kepala daerah, anggota DPRD, hingga para kepala dinas dan staf yang terlibat dalam pengelolaan anggaran.
Kelima, Kredibilitas Penulis dan Penerbit
Lepi Ali Firmansyah dikenal sebagai seorang ahli di bidang keuangan publik, sekaligus Wakil Ketua DPRD Cianjur dan Ketua PKB Cianjur. Penerbit Rajawali Pers juga memiliki reputasi yang baik dalam menerbitkan buku-buku berkualitas di bidang ilmu sosial dan politik. Hal ini menambah nilai kredibilitas buku ini.
Keenam, Sisipan Kaidah Ushul Fiqh
Sisipan kaidah ushul fiqh “Tasharruful Imam ‘Ala Ra’iyyah Manuthun Bil Maslahah” yang dimunculkan penulis (sebagai seorang santri politisi) menjadi titik puncak kajian dalam buku ini. Kaidah ini memaknakan bahwa kebijakan pemimpin atas rakyatnya harus didasarkan pada prinsip kemaslahatan. Artinya, kebijakan tersebut harus bertujuan untuk memberikan manfaat dan kebaikan bagi masyarakat secara umum, bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Kaidah ini sangat penting karena memberikan kerangka kerja bagi pemimpin dalam menjalankan pemerintahannya. Dengan berpegang pada kaidah ini, pemimpin dapat memastikan bahwa kebijakan yang diambil selalu mengutamakan kepentingan publik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Potensi Kekurangan
Buku ini mungkin kurang familiar bagi pembaca umum, mengingat fokusnya yang spesifik pada tata kelola keuangan daerah. Buku ini mungkin terasa kurang menarik atau terlalu teknis bagi pembaca yang tidak memiliki latar belakang atau kepentingan langsung dalam bidang ini.
Rekomendasi ke Depan
Melihat antusiasme pembaca buku ini (stoknya sudah kosong di penerbit), sangat penting dilakukan pembaruan berkala. Mengingat regulasi terkait keuangan daerah dapat berubah dari waktu ke waktu, pembaruan konten diperlukan agar buku ini tetap relevan dan sesuai dengan perkembangan terbaru.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, buku "Tata Kelola Keuangan Daerah, Tartil Mengelola APBD, Mengakselerasi Pembangunan Daerah, dan Menyejahterakan Rakyat" karya Lepi Ali Firmansyah merupakan referensi yang sangat berharga dan komprehensif bagi siapa saja yang berkecimpung atau tertarik dengan pengelolaan keuangan daerah. Dengan pendekatan yang mendalam, praktis, dan berorientasi pada tujuan pembangunan serta kesejahteraan rakyat, buku ini memberikan panduan yang solid dan relevan untuk mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang lebih baik. Meskipun mungkin kurang menarik bagi pembaca umum, buku ini sangat direkomendasikan bagi para pengambil kebijakan, praktisi, akademisi, dan mahasiswa yang mendalami bidang keuangan publik dan pembangunan daerah.
Artikel Terkait
Pesantren Lirboyo, Benteng Ilmu dan Akhlak Ahlussunnah di Nusantara
Pulau Onrust, Jejak Sejarah Kolonial di Kepulauan Seribu
Bongkar Dugaan Permainan Anggaran dan Tata Kelola Desa, Aliansi Masyarakat Hegarmanah Bersikap
BEM UNISLA Gelar Entrepreneurship Class, Cetak Pengusaha Muda Kampus
Mutiara Pagi: Sang Penakluk (Bagian 1835)
Unpad Gelar Seminar Nasional Refleksi Gagasan Koperasi Bung Hatta
Kebudayaan sebagai Fondasi Identitas Bangsa dalam Perspektif Ahli Antropologi
UNSUR Cianjur Gelar Kuliah Umum Keolahragaan, Bahas Strategi Pembangunan Olahraga Daerah
Mutiara Pagi: Merawat Harapan (Bagian 1836)
Hukum Reksa Dana