Mutiara Pagi: Romusha Masa Kini (Bagian 1834)

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 8 Mei 2025 | 06:56 WIB
Romusha atau kerja paksa pada masa pendudukan Jepang (fahum.umsu.ac.id)
Romusha atau kerja paksa pada masa pendudukan Jepang (fahum.umsu.ac.id)

Dari sandiwara ke sandiwara
Akhirnya telah menunjukkan
Siapa yang mempunyai rencana
Bertujuan mencelakakan teman

Siapa yang berkotek, dialah yang bertelur
Seolah tampak intelek, tapi pikiran kotor
Pepatah itu benar, kawan
Sesuai dengan kenyataan

Maunya menjadi pahlawan
Namun sayang, sudah kesiangan
Semoga segera tersadarkan
Kalu hari, telah kesorean

Pagi serigala, sore domba
Berubah lagi menjadi serigala
Lagunya, lagu lama
Lagu wajib bagi kelompoknya

Gemuruhnya perjuangan suci
Demi martabat dan harga diri
Namun realita yang terjadi
Mengampanyekan Romusha masa kini

Ucapan penuh dengan idealisme
Tapi tindakan melebihi kolonialisme
Sehingga tidak menyadari
Jika yang dihadapi adalah saudara sendiri

Malang, 8 Mei 2025
Salam sehat,

M. Sinal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X