Dari sandiwara ke sandiwara
Akhirnya telah menunjukkan
Siapa yang mempunyai rencana
Bertujuan mencelakakan teman
Siapa yang berkotek, dialah yang bertelur
Seolah tampak intelek, tapi pikiran kotor
Pepatah itu benar, kawan
Sesuai dengan kenyataan
Maunya menjadi pahlawan
Namun sayang, sudah kesiangan
Semoga segera tersadarkan
Kalu hari, telah kesorean
Pagi serigala, sore domba
Berubah lagi menjadi serigala
Lagunya, lagu lama
Lagu wajib bagi kelompoknya
Gemuruhnya perjuangan suci
Demi martabat dan harga diri
Namun realita yang terjadi
Mengampanyekan Romusha masa kini
Ucapan penuh dengan idealisme
Tapi tindakan melebihi kolonialisme
Sehingga tidak menyadari
Jika yang dihadapi adalah saudara sendiri
Malang, 8 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Bagai Sepotong Roti ( Bagian 1832)
IJTI Tapal Kuda Layangkan Somasi atas Pelarangan Peliputan di Lokasi Evakuasi Gunung Saeng, Bondowoso
Petualangan Belajar di RA Raudhatul Hijaiyyah: Membangun Generasi Emas
DUKUNG PROGRAM PEMDA, HIMAT AJAK SEMUA PIHAK TERLIBAT MENGAWASI DAN BERKONTRIBUSI UNTUK DAERAH CIANJUR YANG LEBIH ISTIMEWA
Tantangan Pengelolaan Sampah di Kota Tangerang Selatan: Peran Mahasiswa dalam Mencari Solusi Berkelanjutan
Mutiara Pagi: Di Ujung Lidah ( Bagian 1833)
Tips Perjalanan Aman dan Lancar untuk Liburan Tanpa Drama
Mengukir Sejarah Perberasan
Menciptakan Kesejukan Alami di Pekarangan Rumah Anda
Jejak Langkah Hari dalam Islam: Dari Ahad yang Pertama Hingga Sabtu yang Agung