Ada yang tertahan di ujung lidah: keberanian
Ada yang tersimpan di dalam dada: kebenaran
Menjadi keraguan di dalam batin
Untuk disampaikan kepada orang lain
Dalam dunia yang semakin riuh
Adakalanya diam menjadi pilihan
Bukan karena acuh tak acuh
Tapi tak layak bicara sembarangan
Setiap hari, selalu ada peristiwa
Yang menuntut kita bersuara
Mulai dari persoalan pribadi
Hingga ketidakadilan di negeri ini
Kebohongan disulap menjadi fakta
Kekecewaan ditutup dengan tawa
Tidak tahu apa harus yang dikatakan
Menghadapi mereka yang kesurupan
Di ujung lidah
Tersimpan keputusan besar
Namun tidak mudah
Berkata jujur atau pun benar
Hanya karena persaaan takut
Lebih baik tutup mulut
Daripada kena sikut
Lebih memilih jadi pengecut
Malang, 7 Mei 2025
Salam Sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Menyoal Wahyu - Ramzi di Gading Asri, Uji Kompetensi "Bupati Baru" antara Janji dan Eksekusi !
Mutiara Pagi: Beradu ide (Bagian 1831)
Seminar Public Speaking Jadi Bekal Pemimpin Muda di STAI Al-Azhary Cianjur
7 Langkah Jitu Agar Berita Anda Tampil di Google News
Eksistensi Guru Islam dalam Pusaran Zaman
Mutiara Pagi: Bagai Sepotong Roti ( Bagian 1832)
IJTI Tapal Kuda Layangkan Somasi atas Pelarangan Peliputan di Lokasi Evakuasi Gunung Saeng, Bondowoso
Petualangan Belajar di RA Raudhatul Hijaiyyah: Membangun Generasi Emas
DUKUNG PROGRAM PEMDA, HIMAT AJAK SEMUA PIHAK TERLIBAT MENGAWASI DAN BERKONTRIBUSI UNTUK DAERAH CIANJUR YANG LEBIH ISTIMEWA
Tantangan Pengelolaan Sampah di Kota Tangerang Selatan: Peran Mahasiswa dalam Mencari Solusi Berkelanjutan