Journalnusantara.com, Cianjur - Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang lebih tangguh, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan program pembinaan karakter anak-anak melalui pelatihan semi-militer yang melibatkan Barak TNI. Program ini beresonansi dengan kebijakan Bupati Cianjur yang akan segera menyelenggarakannya dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.
Program ini dimaksudkan membina dan mendidik karakter pelajar Jawa Barat termasuk Cianjur yang lebih disiplin, tangguh dan bertanggung jawab terutama setelah maraknya kenakalan remaja yang terjadi baik di wilayah Cianjur atau pun Jawa Barat secara keseluruhan.
Meskipun, kebijakan ini menuai banyak respon dari masyarakat. Bagi kalangan yang menyetujui, kebijakan ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk perbaikan pendidikan dan karakter pelajar Cianjur dan Jawa Barat.
Namun, bagi kalangan yang tidak menyepakati kebijakan ini dinilai berpotensi mendeskreditkan anak didik karena akan dicap sebagai anak bermasalah, rawannya pendidikan ala militer yang ditakutkan melahirkan pengalaman trauma hingga dinilai melanggar hak asasi manusia.
Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Tjiandjur (PP HIMAT) sejatinya mendukung program yang akan pula diterapkan di Cianjur oleh Pemda dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Sekurangnya hal ini dikarenakan program pembinaan karakter bagi kalangan pelajar bertujuan untuk pendisiplinan, peningkatakan ketangguhan, serta peluang menekan angka kriminalitas remaja.
“Hari ini, banyak orang tua yang sudah mengeluh dan tidak bisa mendidik anak mereka secara baik, sekolah juga dinilai tidak bisa memberikan dampak positif untuk mendidik karakter siswa, kami rasa salah satu dari banyak alternatif solusi yang diberikan Pemda Jabar atau pun Cianjur sudah sesuai kehendak hati rakyat,” ungkap Isma Maulana Ihsan, ketua PP HIMAT.
Menurutnya, pendidikan itu adalah tentang bagaimana membina dan membimbing karakter bangsa, harus disesuaikan dengan relevansi jaman. Dalam analoginya, untuk meluruskan kembali besi yang bengkok kita memerlukan bara api yang besar.
“Ketimbang mengutuk kegelapan, lebih baik menjadi cahaya itu sendiri. Hari ini, Himpunan Mahasiswa Tjiandjur akan turut serta membantu menyosialisasikan pentingnya pendidikan dan jauhi segala bentuk kenakalan dan kriminalitas remaja ke sekolah-sekolah agar anak didik kita tidak ke barak,” sambungnya.
“Ketika banyak anak didik ke barak, itu menandakan bahwa masih tingginya angka kriminalitas dan kenakalan siswa kita, sebabnya, di minggu-minggu ini kami berencana akan berkunjung ke sekolah-sekolah untuk menyosialisasikan dan memotivasi para pelajar Cianjur untuk berkarya secara positif dan aktif berprestasi,” ungkapnya.
Lebih jauh, Ihsan juga mewanti-wanti agar Dinas Pendidikan, pemuda dan olahraga bersama Bupati Cianjur melibatkan banyak sektor pendidik lainnya sebagai pihak yang turut disertakan secara aktif dalam upaya pembinaan ini agar jatuhnya tidaklah menghakimi atau menghukum melainkan memberikan pengarahan dan pembinaan.
“Sinergi dengan banyak pihak, menyiapkan pendamping psikologis, serta melakukan upaya preventif stigmatisasi masyarakat terhadap para pelajar yang masuk barak harus diperhatikan bersama, jangan sampai hanya menjadi program pupulis minim substansi,” pungkasnya.
Seketaris Jendral PP HIMAT, Dandi Kusnadi juga menyoroti tentang degradasi moral dikalangan pelajar yang terjadi dewasa ini. Menurutnya, hal ini harus dimitigasi semaksimal mungkin. Upaya yang dilakukannya salah satunya dengan pembinaan bersama TNI.
“Pembentukan karakter, revolusi mental melalui pembinaan karakter bela negara menjadi solusi yang dirasa make sanse untuk penanggulangan dekadensi moral dan degradasi mental yang terjadi di kalangan pelajar akhir-akhir ini,” ucapnya. (*)