Tantangan Pengelolaan Sampah di Kota Tangerang Selatan: Peran Mahasiswa dalam Mencari Solusi Berkelanjutan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 6 Mei 2025 | 20:55 WIB

Kota Tangerang Selatan terus mengalami perkembangan pesat sebagai salah satu pusat urbanisasi dan aktivitas ekonomi di wilayah Jabodetabek. Di balik kemajuan ini, kota tersebut menghadapi tantangan serius dalam hal pengelolaan sampah.

Setiap hari, ribuan ton sampah dihasilkan, sementara infrastruktur pengelolaannya belum mampu mengimbangi volume tersebut, menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan seperti pencemaran air, tanah, hingga udara.

Fahmi Al Ahyar, Ketua PMII RAFATEK Universitas Pamulang cabang Ciputat sekaligus mahasiswa Teknik Kimia, menyatakan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sebatas urusan pembuangan.

"Sampah bukan hanya tentang membuang, tapi bagaimana kita mengelola dan memanfaatkannya secara bijak. Jika ditangani dengan benar, sampah bisa diubah menjadi sumber energi, bahan baku daur ulang, bahkan peluang usaha baru," ujarnya.

Tantangan Utama dalam Pengelolaan Sampah:

1. Kapasitas TPA yang Terbatas
Tempat Pembuangan Akhir seperti Cipeucang sudah kelebihan beban, tidak lagi mampu menampung sampah yang terus bertambah setiap hari.

2. Kurangnya Edukasi dan Kesadaran Publik
Banyak masyarakat belum membiasakan diri melakukan pemilahan sampah dan masih membuang sampah sembarangan.

3. Minimnya Fasilitas Teknologi Pengolahan
Fasilitas daur ulang dan pengolahan modern masih sangat terbatas, membuat sebagian besar sampah hanya dikumpulkan tanpa proses lanjutan.

4. Dampak Lingkungan yang Semakin Luas
Sampah plastik mencemari sungai dan tanah, sedangkan limbah organik menghasilkan gas rumah kaca seperti metana yang mempercepat krisis iklim.

Solusi dan Peran Mahasiswa

Fahmi menekankan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan tersebut. Solusi yang dapat dilakukan antara lain membangun pusat daur ulang modern, mengintensifkan edukasi publik, serta menjalin kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan sektor industri.

Mahasiswa, khususnya dari bidang sains dan teknik, memiliki peran strategis dalam menyuarakan perubahan. PMII RAFATEK Unpam sendiri aktif menggalakkan diskusi ilmiah, riset, dan advokasi kebijakan yang mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dengan kolaborasi dan aksi nyata dari semua pihak, Kota Tangerang Selatan dapat menemukan pola pengelolaan sampah yang tidak hanya efektif, tetapi juga ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Masa depan kota yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X