Hujan Berkah dari Langit Ramadan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 8 Maret 2025 | 09:24 WIB
Mohamad Sinal
Mohamad Sinal

Imam Hasan Al-Bashri berkata, “Menangislah di malam Ramadan sebelum kau dipaksa menangis di hari kiamat.” Maka, biarkanlah hujan di luar menjadi saksi, bahwa ada hati yang kembali kepada-Nya. Ada jiwa yang mengakui kelemahan, dan rindu yang kembali kepada pemiliknya.

Ketika Ramadan berlalu, hujan pun akan terus turun. Semua itu menyadarkan kita bahwa keberkahan langit tak pernah berhenti. Hujan bukan hanya sekadar air yang jatuh dari langit, tetapi juga doa yang dikabulkan, rahmat yang diberikan, dan cinta yang diturunkan.

Semoga kita menjadi seperti tanah yang siap menerima hujan Ramadan. Subur, penuh dengan kehidupan. Selalu siap menumbuhkan kebajikan sepanjang tahun.

*Penulis adalah Corporate Legal Consultant, ahli bahasa hukum, founder Pena Hukum Nusantara (PHN), dan dosen Polinema

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X