Oleh : Husni Mubarok Al Qudusi
Bahwa gambar dalam postingan adalah itsbat nasab dari Naqobah Yunan (China) yang menyatakan bahwa Sayyid Ajall Syamsuddin Umar Al Bukhori bin Kamaluddin bin Syamsuddin Umar Al Bukhori bin Imamuddin bin Qosim bin Muhammad Sya'ban bin Ahmad Balaqi bin Muhammad Al Husain Al Kholwati bin Muhammad Al Hakim bin Ali Al Akbar bin Muhammad Al Askari Al Ba'aj bin Ali An Naqi bin Muhammad At Taqi bin Ali Ar Ridho bin Musa Al Kadzim bin Ja'far As Shodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Imam Sayyidina Husain Asy Syahid bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Rasulullah Saw.
Ketahuilah bahwa, semua Peta migrasi DNA anak cucu Walisongo bertumpu di Yunan sebelum ke Asia Tenggara dan Tanah Jawa. Artinya, memang ada leluhur Walisongo yang ada di Yunnan dan itu terbukti dengan adanya makam leluhur Syekh Jumadil Kubro di sana.
1. Sayyid Ajall Syamsuddin Umar Al Bukhori, adalah Gubernur pertama Yunnan dan orang pertama yang menyebarkan agama islam di dataran China. Beliau dimakamkan di Kunming Yunnan, dan berputra.
2. Sayyid Nashruddin, adalah gubernur kedua Yunnan serta orang yang banyak membangun kuil-kuil konfusianisme dan memerintahkan untuk membangun masjid sesuai dengan tradisi bentuk China. Beliau wafat di Deli Yunnan dan berputra.
3. Sayyid Zainal Husain, yang adalah Ayah Kandung dari Syekh Jamaluddin Al Kabir atau yg dikenal dengan Syekh Jumadil Kubro beliau terlibat dalam penaklukan Champa dan berhasil membuat 1 keluarga Kerajaan Champa masuk islam serta dengan gigih menyebarkan agama Islam hingga ke berbagai penjuru di China. Beliau wafat di Cenggong Yunnan dan memiliki putra.
4. Sayyid Jamaluddin Al Kabir Syekh Jumadil Kubro adalah bapak leluhur Walisongo yang merupakan Cicit Sayyid Ajall Syamsuddin Umar Al Bukhori gubernur pertama Yunnan dan mewarisi kegigihan dakwah agama islam hingga akhirnya beliau berdakwah ke Asia Tenggara dari Mulai Champa, Pattani, Kelantan.
Artikel Terkait
Progres Pemekaran Cianjur Selatan Sudah di Kemendagri RI, Tinggal Menunggu Moratorium Dicabut
Mutiara Pagi: Rintihan Seorang Hamba (Bagian 1773)
Entrepreneur: Pesan Tren bagi Pesantren
Mutiara Pagi: Melawan Angin (Bagian 1774)
Catatan Wartawan: Hari Pers Nasional di Kabupaten Cianjur
Obsesi Kekuasaan: Ketika Rakyat Kritik Dijawab Makian "Ndasmu!" (1)
Obsesi Kekuasaan: Ketika Rakyat Kritik Dijawab Makian "Ndasmu!" (2)
Mempertanyakan Super Air Jet yang Makin Parah
Antusias Semua Kalangan: Kerja Bakti Bagian dari Mempererat Tali Persaudaraan antar Masyarakat
Mutiara Pagi: Melawan Arus (Bagian 1775)